Viral! Bangunan Belanda di Jalan Dhoho Kediri Mau Dijadikan Lahan Parkir, Budayawan Jatim Mengutuk

Kediri,Montera.co.id – Di balik megahnya rencana penataan kota, belasan keluarga di jantung Kota Kediri kini hidup dalam cemas. Deretan bangunan tua peninggalan kolonial Belanda di Jalan Stasiun, yang lebih dikenal sebagai Jalan Dhoho, terancam rata dengan tanah. Pemerintah Kota Kediri berencana mengalihfungsikan kawasan bersejarah yang telah berdiri sejak era 1940-an itu menjadi fasilitas perluasan lahan parkir.

Rencana itu bukan sekadar soal bongkar-membangun. Bagi warga, bangunan dengan jendela tinggi dan dinding kokoh itu adalah nadi kehidupan dan memori lintas generasi yang tak ternilai.

Lima Generasi Bertahan di Balik Tembok Tua
Kristian (58), warga generasi kelima yang menghuni salah satu bangunan tersebut, tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, bangunan itu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan warisan identitas.

“Harapannya, kalau bisa jangan dibongkar. Ini kan cagar budaya. Jangan sampai kita meniru negara lain yang malah merusak peninggalan sejarah,” ujar Kristian, Selasa (4/8/2026).


Menurut Kristian, sosialisasi memang pernah dilakukan oleh BPPKAD dan Dinas Perdagangan. Namun hingga kini, warga tak kunjung mendapat kejelasan. Informasi yang beredar pun simpang siur — ada yang menyebut akan dibangun food court bertingkat, ada pula yang menyebut hanya lahan parkir terbuka.

Kecemasan itu semakin nyata setelah warga diminta segera mengosongkan bangunan. Batas waktu telah ditetapkan: akhir November 2026. Pada 1 Desember, kawasan itu ditargetkan sudah kosong total.

Kisah serupa dituturkan Fredi (45). Keluarga besarnya telah mendiami bangunan berstatus hak sewa itu sejak zaman kolonial Belanda.

“Keluarga kami sudah di sini dari zaman kolonial, berturut-turut sampai lima generasi. Banyak sekali kenangannya. Dulu bahkan sempat saya ceritakan sejarah keberagaman keluarga di sini untuk event hari toleransi,” tutur Fredi.

Fredi menegaskan, warga tidak anti-pembangunan. Mereka hanya meminta kejelasan dan dialog yang adil. Sebab hingga kini, belum ada kepastian soal ganti rugi, kompensasi, maupun relokasi bagi 16 kepala keluarga dan pelaku usaha yang terdampak.

Budayawan: Mengubah Cagar Budaya Jadi Parkir adalah Kefatalan
Rencana pembongkaran ini menuai kecaman keras dari budayawan Kediri, Imam Mubarok atau yang akrab disapa Gus Barok. Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur itu menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keteledoran sejarah.

“Sangat prihatin sekali kalau kemudian pemerintah mengalihfungsikan cagar budaya tersebut menjadi lahan parkir. Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, ini merupakan sebuah kefatalan yang sangat besar jika pemerintah benar-benar melakukannya,” tegas Gus Barok.

Ia menjelaskan, berdasarkan dokumentasi foto sejak tahun 1900-an, keberadaan bangunan di kawasan Jalan Dhoho sudah terbukti secara historis. Sesuai UU, bangunan berusia di atas 50 tahun dan memiliki nilai sejarah wajib dilestarikan.

“Apalagi dalam Undang-Undang itu, kita semua — bukan hanya pemerintah — berkewajiban menjaga bangunan cagar budaya. Jangan sampai pemerintah teledor sebelum mendapat kecaman dari rekan-rekan pemerhati kebudayaan,” imbuhnya.

Gus Barok mengingatkan, Jalan Dhoho bukan kawasan biasa. Di sana berdiri jejak-jejak penting seperti Toko Buku Tan Khoen Swie dan bangunan bersejarah lainnya yang menjadi denyut nadi Kota Kediri.

“Atas nama Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, saya sangat mengutuk jika pembongkaran itu benar-benar dilakukan,” pungkasnya.

Dinas PUPR Belum Beri Keterangan

Upaya konfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri pada Selasa (4/8/2026) belum membuahkan hasil.

“Bu Santi sedang tidak ada di tempat, sementara Pak Salim sedang cuti,” ujar petugas jaga di kantor tersebut.

Kini, waktu terus berjalan menuju tenggat 1 Desember. Di antara tembok-tembok tua yang mulai retak dimakan usia, 16 keluarga itu hanya bisa menunggu — berharap ada ruang dialog sebelum sejarah benar-benar dihapus demi lahan parkir.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *