Meriah, Pesta Rakyat HUT Bhayangkara di Polsek Kediri Kota Banjir Makan Gratis dan Wayang Edukasi

Kediri,Montera.co.id– Lupakan kesan kaku dan formalitas birokrasi yang sering melekat pada acara-acara kepolisian. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, jajaran Polsek Kediri Kota justru memilih jalan yang berbeda: menggelar pesta rakyat yang hangat, merakyat, dan penuh keakraban.

Di halaman belakang Polsek Kediri Kota, Senin malam (29/6/2026), ratusan warga tampak antusias berbaur dengan anggota polisi. Mereka duduk lesehan, menikmati hidangan makanan gratis, sambil tertawa lepas menyaksikan Pagelaran Wayang Karton Sarana Edukasi atau yang akrab disebut “Waton Sae”.


Sinergi Pimpinan: Kapolres Serahkan Gunungan, Kapolsek Jadi Dalang

Momen pembukaan acara terasa sangat simbolis dan unik. Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, secara langsung membuka pagelaran dengan prosesi penyerahan gunungan wayang. Namun, yang membuat malam itu semakin spesial adalah sosok sang dalang.

Tidak menggunakan dalang profesional dari luar, tongkat kendali cerita malam itu dipegang oleh Kompol Bowo Wicaksono, Kapolsek Kediri Kota. Kolaborasi antara Kapolres sebagai pembuka dan Kapolsek sebagai penggerak cerita menunjukkan sinergi kuat dalam melestarikan budaya sekaligus mendekati masyarakat.

“Pagelaran wayang karton sarana edukasi, atau kita singkat ‘Wayang Cangkrukan’ ini, merupakan salah satu rangkaian istimewa dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Kota Kediri,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim di sela-sela acara.

Tema Relevan: Menenangkan Warga di Tengah Isu Ekonomi

Pagelaran “Waton Sae” tidak sekadar menghadirkan hiburan visual. Dengan mengambil tema “Harga Naik Tidak Perlu Panik”, pertunjukan ini menyentuh isu yang sedang hangat dan sering menjadi sumber kecemasan masyarakat sehari-hari.

Melalui karakter-karakter wayang kartun yang jenaka dan dialog yang ringan, pihak kepolisian mencoba menurunkan tensi sosial di tengah fluktuasi ekonomi. Pesan moral disampaikan tanpa menggurui, melainkan melalui cerita yang mudah dicerna.

“Selain sebagai hiburan dan pesta rakyat, wayang ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Kita berikan sosialisasi supaya apa pun yang terjadi, kita tidak perlu panik. Yakinlah, pasti ada jalan keluar untuk memperbaiki keadaan situasi agar lebih baik,” pesan AKBP Anggi.

Bagi Kapolres, momen HUT Bhayangkara ke-80 ini juga menjadi refleksi institusi. Ia mengakui bahwa Polri terus berupaya berbenah diri.

“Kami menyadari selama ini kami belum sempurna. Namun yakinlah, Polri akan selalu berbenah untuk menjadi lebih baik dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” harapnya.

Pesan Damai Sang Dalang: “Hidup di Kediri Serba Cukup”

Kompol Bowo Wicaksono, yang tampil memukau sebagai dalang, menjelaskan alasan di balik pemilihan media wayang karton dan konsep makan bersama (cangkrukan). Menurutnya, pendekatan yang santai membuat pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) lebih mudah diterima oleh warga.

“Kita cuma ingin mengingatkan dan mengharapkan masyarakat tetap tenang. Jangan panik walaupun keadaan ekonomi sedang naik turun. Insya Allah, hidup di Kediri ini serba cukup kalau kita sikapi dengan tenang,” ungkap Kompol Bowo dengan gaya bahasa yang rendah hati dan humanis.

Di penghujung acara, Kompol Bowo menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan warga. Ia berharap momen HUT Bhayangkara ini dapat mempererat tali silaturahmi, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Kediri.

“Kami hadir untuk masyarakat. Namun, kami juga butuh dukungan penuh dari warga untuk bersama-sama menjaga Kota Kediri agar selalu aman, kondusif, dan tertib,” pungkasnya.

Melalui acara sederhana namun bermakna ini, Polresta Kediri Kota berhasil membuktikan bahwa pendekatan humanis dan budaya lokal adalah kunci efektif dalam membangun kepercayaan publik.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *