Kediri,Montera.co.id— Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), seluruh elemen masyarakat dan pemerintah Kota Kediri diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah perjuangan Boedi Oetomo tahun 1908, tetapi mewujudkan semangat itu lewat langkah nyata di masa kini. Inti kebangkitan bangsa saat ini harus berfokus pada dua pilar utama: akses pendidikan yang terjangkau bagi semua, serta penguatan kemandirian ekonomi warga.
Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi. Baginya, semangat pendirian Boedi Oetomo yang mengutamakan pendidikan dan pengajaran, kini harus diterjemahkan dalam bentuk jaminan layanan pendidikan yang ramah di kantong warga.
“Kebangkitan sebuah bangsa berakar dari kecerdasan rakyatnya. Maka, langkah paling nyata saat ini adalah menghadirkan pendidikan yang murah namun tetap berkualitas. Jangan biarkan satu pun anak di Kota Kediri terpaksa putus sekolah hanya karena terbebani biaya seragam, buku, hingga kebutuhan operasional lainnya,” tegas Imam, Rabu (20/5).
Menurut politisi Golkar ini, keterjangkauan biaya pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan yang meluas. Semakin ringan beban pengeluaran pendidikan bagi keluarga, semakin tinggi pula kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi tolok ukur kemajuan daerah.
Tidak hanya pendidikan, Imam juga menyoroti urgensi memperkuat ekonomi akar rumput. Melalui semangat Harkitnas, pemerintah dan masyarakat didorong untuk lebih memperhatikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu kuncinya adalah mempercepat adopsi teknologi dan digitalisasi, agar produk lokal mampu bersaing di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur Kota Kediri.
“Kita sedang berada di masa transisi yang menuntut Sumber Daya Manusia berkualitas tinggi. Tanpa pendidikan yang murah dan inklusif, kita akan tertinggal jauh. Fraksi Golkar akan terus mengawal setiap kebijakan anggaran, agar benar-benar membebaskan warga dari beban biaya pendidikan yang berat, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan gizi generasi penerus kita,” tambahnya.
Peringatan Harkitnas tahun ini diharapkan tidak sekadar seremonial belaka. Melainkan menjadi janji bersama antara pihak legislatif dan eksekutif, untuk memastikan hak dasar warga di bidang pendidikan dan ekonomi benar-benar terpenuhi demi Kediri yang lebih maju dan mandiri.(Dan/Ali)







