1.211 Jamaah Haji Kediri Berangkat, Nenek 104 Tahun Ikut Kloter Awal

Kediri,Montera.co.id– Suasana haru dan khidmat menyelimuti kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, pada Selasa (19/5) siang. Sebanyak 1.211 jamaah haji asal Kabupaten Kediri resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Prosesi keberangkatan ini menjadi momen puncak setelah para jamaah menjalani serangkaian persiapan intensif.

Tiga Kloter Pertama Meluncur Lebih Awal

Dari total keseluruhan, tiga kloter pertama yakni Kloter 109, 110, dan sebagian Kloter 111, diberangkatkan lebih awal pada hari tersebut. Rinciannya, Kloter 109 membawa 322 jamaah, Kloter 110 sebanyak 311 jamaah, dan 377 jamaah dari Kloter 111. Totalnya, ada 1.065 jamaah yang memulai perjalanan spiritual mereka pada Selasa siang.

Sementara itu, sisa jamaah dari Kloter 111 yang berjumlah 148 orang dijadwalkan berangkat pada Rabu (20/5) siang dari lokasi yang sama. Kelompok terakhir ini akan bergabung dengan jamaah haji dari daerah lain seperti Nganjuk, Blitar, dan Surabaya dalam satu rangkaian perjalanan.

Kondisi Kesehatan Prima dan Pemeriksaan Ketat

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Kediri, Drs. KH. Kholig Nawawi, memastikan bahwa seluruh jamaah haji Kabupaten Kediri yang berangkat pada musim haji 2026 ini berada dalam kondisi sehat.

“Secara umum, jamaah haji Kabupaten Kediri yang berangkat tahun ini semua dalam kondisi sehat. Bagi mereka yang menunda keberangkatan, hal itu dikarenakan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan atau adanya penggantian wakil, baik anak, suami, maupun istri,” ujar Kholig.

Kholig menekankan bahwa kelayakan berangkat para jamaah telah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko kesehatan serius selama di Arab Saudi nanti.

Sosok Inspiratif: Nenek 104 Tahun Siap Menunaikan Ibadah

Salah satu sorotan utama dalam keberangkatan kali ini adalah kehadiran Mbah Masiah, seorang jamaah lansia berusia 104 tahun asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, yang tergabung dalam Kloter 112. Keberanian dan semangat ibadah beliau menjadi inspirasi bagi ribuan jamaah lainnya.

“Untuk Kloter 112 ada Mbah Masiah usia 104 tahun dari Desa Bulu, Kecamatan Semen. Kita harapkan semua kondisi sehat saat berangkat dan pulangnya,” tambah Kholig dengan nada penuh harapan.

Sebelum terbang ke Jeddah, seluruh jamaah akan melakukan transit di Asrama Haji Surabaya. Di sana, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir (final check) untuk memastikan kondisi fisik benar-benar prima sebelum melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *