Trenggalek,Montera.co.id – Sapi asli hasil pemeliharaan peternak warga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, resmi terpilih menjadi salah satu hewan kurban dalam program Bantuan Presiden (Banpres) yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Sapi istimewa ini berasal dari Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, milik seorang peternak legendaris sekaligus penghobi sapi bernama Mujadi (61 tahun), atau akrab disapa Pak Jadul.
Dari Sapi Sakit PMK Hingga Tembus Bobot 1 Kuintal Lebih
Kisah perjalanan sapi yang diberi nama Pur ini sungguh luar biasa. Awalnya, Pak Jadul membeli sapi berusia dua setengah tahun dari warga desa tetangga dengan berat badan sekitar 6 kuintal seharga Rp 35 juta. Saat masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda beberapa tahun lalu, sapi ini pun ikut tertular bersamaan dengan ternak lainnya.
Berbeda dengan sapi lain yang banyak tidak tertolong, Pur berhasil sembuh total berupa perawatan intensif dan ketekunan Pak Jadul.
“Saya pelihara bagus-bagus lalu kena PMK. Saya obati terus, sapi lain banyak yang tidak sembuh, tapi yang satu ini alhamdulillah pulih kembali. Saya berjanji, kalau sembuh, akan saya besarkan sekuat tenaga,” ungkap Pak Jadul saat ditemui di kandangnya, Kamis (21/5/2026).
Janji itu terbukti nyata. Dari kondisi lemah pasca sakit, sapi Pur kini tumbuh menjadi hewan ternak raksasa dengan berat badan mencapai lebih dari 9 kuintal bahkan tembus 1 ton, memenuhi syarat utama permintaan Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek untuk Banpres Presiden Prabowo.
Dicari Petugas Dinas Peternakan, Satu-satunya Sapi Besar Pasca Wabah
Pihak Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek sengaja melakukan penelusuran dari kandang ke kandang di berbagai kecamatan guna mencari sapi lokal asli daerah ini yang berbadan besar dan sehat. Pencarian tersebut akhirnya berakhir di kandang belakang rumah Pak Jadul di Desa Pogalan.
Menurut keterangan Pak Jadul, biasanya ia selalu memiliki cadangan 2 hingga 3 ekor sapi berukuran besar sebagai andalan atau ikon peternakan. Namun tahun ini, akibat dampak parah wabah PMK, sapi Pur menjadi satu-satunya ternak raksasa yang berhasil ia selamatkan dan besarkan kembali.
“Petugas peternakan keliling saat musim kurban ini, lalu bertanya apakah sapi saya masih ada. Mereka kaget melihat kondisinya sudah sebesar ini, padahal tahun-tahun sebelumnya masih kurus bekas sakit. Akhirnya mereka yakin inilah yang dicari untuk Banpres Bapak Prabowo,” tambahnya.
Perawatan Khusus Khas Pak Jadul Agar Sapi Cepat Gemuk dan Sehat
Rahasia keberhasilan Pak Jadul membesarkan sapi pasca sakit ternyata ada pada resep pakan racikan sendiri yang sudah ia terapkan puluhan tahun. Bagi Pak Jadul, merawat sapi bukan sekadar pekerjaan, melainkan bakat dan keahlian turun-temurun.
Adapun racikan pakan andalannya meliputi:
1. Pemberian air minum yang melimpah hingga habis dikonsumsi sapi.
2. Campuran pakan penambah nafsu makan dan penambah tenaga.
3. Bahan utama berupa ampas tahu, jagung yang ditumbuk halus lalu disiram air panas, dicampur dengan obat gemukan dan nutrisi tambahan khusus.
“Saya berkeliling ke pasar hewan mulai dari Tulungagung, sini, sampai Ngadiluwih Kediri untuk cari bibit bagus. Selama ini hidup saya dan keluarga, serta pendidikan anak saya yang kini sudah berusia 29 tahun, semuanya bersumber dari usaha ternak sapi ini,” ujarnya bangga.
Sempat Ditawar Warga Bogor, Pak Jadul Tetap Prioritaskan Banpres
Sebelum resmi dipastikan menjadi hewan kurban Banpres Prabowo, sapi Pur ternyata sudah lama menjadi incaran pembeli dari luar daerah, bahkan memiliki pelanggan tetap dari Bogor, Jawa Barat. Namun Pak Jadul dengan tegas menolak semua tawaran tersebut demi memenuhi amanah pemerintah daerah.
Sapi hasil peliharaan warga Pogalan ini nantinya akan disembelih dan dibagikan di lingkungan Masjid Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Bagi Pak Jadul, ini bukan sekadar urusan jual beli, melainkan sebuah kebanggaan besar.
“Saya sangat senang dan bangga sekali. Sapi peliharaan saya kini masuk dalam program Bantuan Presiden dan namanya dikenal seluruh masyarakat Trenggalek. Ini benar-benar menjadi kenyataan yang membahagiakan,” tutupnya.
Hingga saat ini, Pak Jadul telah berhasil melepas sekitar 30 ekor sapi hasil ternaknya untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban Idul Adha tahun 2026 di berbagai wilayah.(Dan/Ali)







