Kediri,Montera.co.id– Ambisi Pondok Pesantren Lirboyo untuk kembali menjadi tuan rumah ajang tertinggi Nahdlatul Ulama (NU) semakin kuat. Hal ini terkonfirmasi setelah Tim Survei Lokasi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kunjungan resmi dan menyatakan kesiapan Lirboyo dalam level yang sangat memuaskan.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (5/7) ini bukan sekadar formalitas. Rombongan tim survei datang untuk meninjau secara langsung kelayakan infrastruktur dan kesiapan teknis Lirboyo sebagai salah satu calon kuat penyelenggara Muktamar ke-35 NU.
Sambutan Hangat di Bumi Santri Lirboyo
Kedatangan tim PBNU disambut dengan hangat oleh jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. KH. Adibusholeh Anwar, KH. Aminulloh Mahin, dan KH. Athoillah Anwar turut hadir menyambut rombongan yang dipimpin oleh KH. Abdul Ghafur Maimoen dan KH. Muhibul Aman Aly.
Hadir pula dalam rombongan tersebut Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah (Staf PBNU), serta Taufiq dari PWNU. Suasana keakraban terasa sejak awal pertemuan, mencerminkan semangat ukhuwah yang kental di antara para ulama dan pengurus NU.
Paparkan Kesiapan Matang: Dari Transportasi hingga Kesehatan
Dalam pertemuan tersebut, pihak Lirboyo tidak main-main. Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, HM. Abdul Mu’id Shohib, memaparkan kesiapan pondok secara komprehensif. Ia menekankan bahwa Lirboyo telah mempersiapkan segala aspek teknis untuk memastikan kelancaran acara berskala nasional tersebut.
“Kesiapan tersebut didukung oleh akses transportasi yang sangat mudah. Peserta bisa melalui Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, maupun stasiun dan terminal,” ujar Mu’id.
Tak hanya soal akses, Mu’id juga menyoroti fasilitas penunjang lainnya yang sudah siap pakai:
Area Parkir Luas: Menampung ribuan kendaraan peserta.
Ruang Sidang Representatif: Memenuhi standar musyawarah besar.
Akomodasi Memadai: Tersedia baik di lingkungan pondok maupun hotel-hotel sekitar.
Sistem Keamanan Modern: Berbasis CCTV untuk menjamin ketertiban.
Layanan Kesehatan Prima: Didukung langsung oleh Rumah Sakit Umum Lirboyo dan rumah sakit rujukan di sekitarnya.
Apresiasi Tinggi dari Tim Survei PBNU
Setelah melakukan peninjauan lapangan, respons dari tim PBNU sangatlah positif. KH. Muhibul Aman Aly, selaku perwakilan tim survei, memberikan apresiasi tinggi terhadap apa yang telah dipersiapkan oleh pihak Lirboyo.
“Pada intinya, secara umum Lirboyo sangat siap. Semua sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Muktamar sudah terpenuhi dengan sempurna,” ungkap KH. Muhibul Aman Aly dengan nada yakin.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Lirboyo memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan calon tuan rumah lainnya, berkat kombinasi tradisi pesantren yang kuat dengan fasilitas modern yang memadai.
Komitmen Ulangi Kejayaan 1999
Bagi Lirboyo, kesempatan ini bukan hal baru. Pondok yang berlokasi di Kediri ini pernah sukses menjadi tuan rumah Muktamar NU pada tahun 1999. Pengalaman masa lalu tersebut menjadi modal berharga bagi mereka.
HM. Abdul Mu’id Shohib menambahkan bahwa Lirboyo berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan terbaik apabila nantinya dipercaya secara resmi menjadi tuan rumah.
“Komitmen ini ditujukan agar pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi di tubuh NU tersebut dapat berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan khidmat,” tutupnya.
Dengan penilaian “sangat siap” dari tim survei PBNU, kini bola ada di tangan pimpinan pusat NU untuk menentukan keputusan akhir. Namun, satu hal yang pasti, Lirboyo telah menunjukkan bahwa mereka serius dan mampu mengemban amanah besar tersebut.(Dan/Ali)







