Sebanyak 5.732 siswa dari 59 sekolah telah ikuti Eduspoor KAI Daop 7 Madiun hingga Triwulan III 2026, termasuk siswa SLB B-C Putera Bangsa yang belajar cetak tiket hingga edukasi keselamatan
Madiun, Montera.co.id – Suasana berbeda terlihat di lingkungan Stasiun Madiun. Bukan sekadar antrean penumpang, sejumlah siswa dari SLB B-C Putera Bangsa tampak antusias mengikuti kegiatan Eduspoor yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun.
Program ini bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman belajar yang edukatif, menyenangkan, dan inklusif. Melalui Eduspoor, KAI Daop 7 mengajak para peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian.
Belajar Jadi Petugas Loket hingga Cetak Tiket Sendiri
Kegiatan diawali dengan pengenalan dunia kereta api dan berbagai profesi yang ada di dalamnya. Mulai dari masinis, kondektur, hingga petugas loket, semua diperkenalkan dengan bahasa yang ramah dan mudah dipahami.
Yang paling membuat para siswa bersemangat adalah sesi praktik. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi diberi kesempatan langsung mencoba proses pencetakan tiket melalui loket box.
Satu per satu siswa maju, menekan tombol, dan melihat tiket tercetak atas nama mereka sendiri. Wajah ceria dan rasa bangga pun terlihat jelas. Metode belajar sambil bermain inilah yang membuat Eduspoor selalu dinanti.
Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini
Tak hanya soal profesi, KAI Daop 7 Madiun juga menyelipkan materi paling penting: keselamatan perjalanan kereta api.
Para peserta diajak memahami aturan sederhana namun krusial, seperti wajib mengikuti arahan petugas, tertib saat berada di area stasiun, tidak melewati batas aman di peron, hingga larangan beraktivitas yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa edukasi keselamatan adalah inti dari program ini.
“Melalui Eduspoor, kami tidak hanya mengenalkan kereta api dan berbagai profesi di dalamnya, tetapi juga mengajak peserta didik untuk memahami pentingnya keselamatan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi mereka ketika menggunakan kereta api maupun saat berada di lingkungan perkeretaapian,” ujar Tohari.
Menurutnya, keselamatan harus diajarkan secara berkelanjutan dengan metode yang sesuai karakter anak.
“Kami ingin keselamatan disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, mencoba langsung, sekaligus mengenal aturan yang harus dipatuhi ketika berada di stasiun dan menggunakan kereta api,” tambahnya.
Disambut Positif, 5.732 Peserta Telah Ikuti Eduspoor
Komitmen KAI Daop 7 menghadirkan edukasi yang inklusif dan ramah anak terbukti mendapat sambutan luar biasa.
Hingga Triwulan III tahun 2026, tercatat sebanyak 5.732 peserta dari 59 sekolah telah mengikuti program Eduspoor. Menariknya, program ini tidak hanya diikuti sekolah umum, tetapi juga sekolah luar biasa dan sekolah berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap para peserta didik tidak hanya mendapat wawasan baru tentang dunia perkeretaapian, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, tertib, dan berbudaya keselamatan saat menggunakan transportasi publik.
KAI Daop 7 pun berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi perkeretaapian yang inklusif, menyenangkan, dan berorientasi pada keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat.(Dan/Ali)







