Satu terduga pelaku berinisial A masih buron. Kasus dugaan kekerasan seksual di Kecamatan Gurah yang terjadi akhir Agustus 2026 kini ditangani Satreskrim Polres Kediri.
Kediri,Montera.co.id – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Kediri memasuki babak baru. Organisasi Sosial Spiritual Yakuza Maneges menyerahkan dua terduga pelaku ke Polres Kediri, Senin (19/10/2026) dini hari.
Penyerahan tersebut dilakukan setelah keluarga korban bersama seorang saksi meminta pendampingan hukum kepada Yakuza Maneges. Kasus yang diduga terjadi di wilayah Kecamatan Gurah ini kini dalam penanganan Satreskrim Polres Kediri.
Perwakilan Tim Hukum Yakuza Maneges, Ilham Adam Permana, membenarkan penyerahan itu. Ia menyebut dua terduga pelaku sudah menjalani pemeriksaan awal bersama satu orang saksi.
“Kami dari Yakuza Maneges Kediri, pada hari ini tanggal 19 Oktober 2026, telah menyerahkan pelaku tindak pidana kekerasan seksual di Polres Kediri,” kata Ilham, Senin (19/10/2026) pukul 15.00 WIB.
“Korban juga kami ajak ke sini untuk dimintai keterangan. Besok pagi pemeriksaan serta penerbitan Laporan Polisi (LP) akan dilanjutkan,” imbuhnya.
Laporan Sudah Masuk Polsek Gurah
Ilham menjelaskan, keluarga korban sebelumnya telah membuat laporan pengaduan ke Polsek Gurah. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Masyarakat (STTLPM) nomor STTLPM/29/VIII/2026/Polsek.
Berdasarkan keterangan awal, peristiwa diduga terjadi pada akhir Agustus 2026 di dua lokasi berbeda yang masih berada di wilayah Kecamatan Gurah.
Kronologi bermula saat korban diajak rekannya berinisial S ke rumah temannya berinisial B. Di lokasi pertama, korban diduga dicekoki minuman beralkohol hingga tidak berdaya. Dalam kondisi tersebut, korban diduga menjadi korban kekerasan seksual.
Korban kemudian diduga dibawa ke lokasi kedua, yakni rumah terduga pelaku berinisial A. Di tempat tersebut, korban kembali diduga mengalami kekerasan seksual oleh terduga pelaku lain berinisial K.
“Jadi aksinya terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda,” jelas Ilham.
Sebagai penguat laporan awal, pelapor juga melampirkan hasil Visum et Repertum (VER) dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Satu Pelaku Masih Buron
Meski dua terduga pelaku telah diserahkan, polisi masih memburu satu terduga pelaku lainnya berinisial A yang diduga memiliki peran sentral dalam kejadian tersebut.
“Untuk pelaku yang belum tertangkap, satu orang atas nama inisial A, informasi dari kepolisian nanti juga akan diburu oleh jajaran Polres Kediri,” tegas Ilham.
Sementara itu, Ketua Yakuza Maneges Pusat Kediri, Christian Eka Pratama yang akrab disapa Jack, menegaskan komitmen organisasinya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menyebut pendampingan terhadap korban kejahatan perempuan dan anak menjadi fokus utama Yakuza Maneges.
“Kita sikat semua bentuk perbuatan-perbuatan yang sangat meresahkan ini. Kasihan, anak masih kecil 15 tahun sudah menjadi korban seperti ini. Harapan saya perbuatan semacam ini tidak terjadi lagi di Kediri, karena Yakuza Maneges akan selalu hadir mendampingi para korban,” tegas Jack.
Jack juga berpesan kepada generasi muda agar menjauhi pergaulan bebas dan konsumsi minuman keras. Ia meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak yang beranjak remaja.
“Pesan saya kepada generasi muda, jangan mabuk-mabukan. Khususnya bagi para orang tua yang memiliki anak yang sedang berproses menjadi dewasa, anaknya betul-betul dijaga agar tidak salah pergaulan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Kediri untuk mengungkap peran masing-masing terduga pelaku.(Dan/Ali)

