Belajar Merajut di Balik Jeruji, Karya Warga Binaan Lapas Kediri Tembus Rantai Produksi hingga Solo

Bukan Sekadar Pelatihan, 14 Warga Binaan Dibekali Keterampilan Merajut Berstandar Produksi hingga Berpeluang Mendapat Upah

Kediri,Montera.co.id – Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, tangan-tangan warga binaan kini mulai menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pembinaan, keterampilan merajut yang mereka pelajari bahkan mulai masuk ke dalam rantai produksi perusahaan di Solo.

Program tersebut dijalankan Lapas Kediri bekerja sama dengan PT Arta Jayandra Perkasa melalui pelatihan merajut yang digelar rutin setiap pekan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Sebanyak 14 warga binaan mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri dari tujuh warga binaan perempuan dan tujuh warga binaan laki-laki.

Yang dipelajari bukan hanya bagaimana membuat rajutan. Para peserta juga dikenalkan dengan standar produksi yang harus dipenuhi sebelum sebuah produk dinyatakan layak masuk ke pasar.

Mulai dari teknik dasar, ketepatan pola, kerapian, hingga kualitas akhir produk menjadi perhatian dalam setiap prosesnya.

Pendampingan dilakukan langsung oleh Manda Handayani, pemilik sekaligus CEO usaha kerajinan rajut. Pemateri bahkan didatangkan dari Solo untuk memberikan bimbingan secara detail, sehingga warga binaan tidak sekadar bisa merajut, tetapi juga memahami bagaimana menghasilkan produk sesuai kebutuhan industri.

Hasilnya mulai terlihat.

Sepanjang bulan ini, Lapas Kediri telah mengirimkan puluhan produk rajutan ke Solo untuk diproses lebih lanjut oleh PT Arta Jayandra Perkasa.

Produk tersebut antara lain berupa tas, dompet, boneka, serta berbagai kerajinan rajut lainnya.

Artinya, keterampilan yang dipelajari di dalam Lapas tidak berhenti sebagai kegiatan pembinaan semata. Karya warga binaan sudah memiliki jalur produksi dan peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Lebih menarik lagi, warga binaan yang mampu menghasilkan karya sesuai standar produksi berpeluang mendapatkan premi atau upah dari hasil pekerjaannya.

Skema tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja produktif. Warga binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga mendapatkan penghargaan atas kemampuan dan hasil kerja yang mereka capai.

Komisaris PT Arta Jayandra Perkasa, Arja Rusli, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lapas Kediri.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi jalan baru bagi Warga Binaan untuk berkarya dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Arja, kualitas tetap menjadi bagian penting dalam proses produksi. Setiap karya harus memenuhi standar, mulai teknik dasar, presisi pola, kerapian hingga kualitas akhir.

Bagi warga binaan yang sudah mahir dan mampu memenuhi standar tersebut, pihak perusahaan membuka peluang untuk terus melibatkan mereka dalam proses produksi.

Sementara itu, Kalapas Kediri Gatot Tri Rahardjo menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus memberikan bekal yang benar-benar bisa digunakan setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami ingin setiap pelatihan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi menjadi bekal produktif yang dapat dikembangkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat,” kata Gatot.

Ia juga mengapresiasi PT Arta Jayandra Perkasa yang telah memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dengan standar produksi sekaligus menghasilkan karya yang mempunyai nilai ekonomi.

Bagi Lapas Kediri, merajut bukan sekadar aktivitas membuat benang menjadi sebuah produk.

Di balik setiap tas, dompet, boneka, dan kerajinan yang dihasilkan, ada proses belajar untuk kembali percaya diri, bekerja, menghasilkan sesuatu, sekaligus menyiapkan langkah baru setelah kembali ke masyarakat.

Dari balik jeruji, keterampilan itu perlahan dirajut menjadi jalan menuju kemandirian.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *