Antok Renalta: 81 Tahun Merdeka Harusnya Rakyat Makin Sejahtera, Bukan Makin Ribet Urus Birokrasi

Kediri,Montera.co.id– Di tengah gegap gempita perayaan HUT RI ke-81, makna kemerdekaan bagi masyarakat akar rumput ternyata tidak diukur dari meriahnya lomba dan upacara setiap bulan Agustus.

Bagi mereka, kemerdekaan justru diuji dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: harga kebutuhan yang stabil, pelayanan publik yang mudah, akses kesehatan dan pendidikan yang adil, hingga birokrasi yang tidak berbelit.

Pandangan jujur itu disampaikan Koordinator Rumah Lansia Gusdurian Mojhokuto Pare, Antok Renalta atau yang akrab disapa Antok Mbeler. Saat dikonfirmasi pada Rabu, 19 Agustus 2026, ia menegaskan kecintaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak pernah luntur.

“Untuk HUT RI ke-81 ini kami tetap hormat kepada NKRI dengan mencintai segala cara tentang negara kesatuan ini,” ujar Antok.

Nasionalisme Bukan Sekadar Jargon Tahunan
Menurut Antok, nasionalisme tidak boleh berhenti menjadi slogan yang hanya ramai setahun sekali. Cinta tanah air, kata dia, harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang langsung bisa dirasakan masyarakat.

Bentuknya bisa sangat sederhana. Salah satunya adalah dengan hadir dan mendampingi warga yang membutuhkan uluran tangan, terutama para lanjut usia yang sering terpinggirkan.

“Rakyat atau masyarakat akar rumput ini hanya tahu bukti nyata, tindakan yang nyata,” tegasnya.


20 Tahun Berjuang Lewat Kemanusiaan di Tengah Ekonomi Sulit
Komitmen itu bukan sekadar kata-kata. Selama hampir 20 tahun, Rumah Lansia Gusdurian Mojhokuto Pare konsisten bergerak di jalur sosial dan kemanusiaan di wilayah Pare, Kediri.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah dan kenaikan pajak yang dirasakan warga, komunitasnya memilih untuk tetap bertahan dengan caranya sendiri.

“Walaupun saat ini pajak meningkat, ekonomi juga kurang baik, tetapi kami tetap akan mencintai bangsa ini dengan cara kami, yaitu berjuang lewat kemanusiaan, menemani para lansia bersama teman-teman relawan,” kata Antok.

Bagi mereka, merawat lansia adalah wujud nasionalisme yang paling membumi.

Catatan Kritis: Birokrasi Rumit di Level Akar Rumput
Memasuki 81 tahun usia kemerdekaan, Antok menilai sudah seharusnya kehidupan masyarakat semakin membaik. Ia mengakui ada sejumlah perbaikan yang dilakukan pemerintah, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Namun dari pengalamannya mendampingi warga setiap hari, masih ada pekerjaan rumah besar yang belum tuntas, terutama soal birokrasi yang bersentuhan langsung dengan rakyat kecil.

“Kami melihat dan merasakan di akar rumput ini sendiri bagaimana ekonomi dalam perdagangan, ekonomi dalam bisnis, dari segala pajak, birokrasi yang ribet,” ungkapnya.

Ia menekankan, kritik ini bukan untuk mempertentangkan rakyat dengan pemerintah. Justru sebaliknya, ini menjadi ajakan untuk bersama-sama mencari sistem yang benar-benar mempermudah warga, bukan mempersulit.

“Birokrasi itu sistem sebetulnya untuk mempermudah sebuah gerakan untuk kemajuan bangsa ini,” pungkasnya.

Harapan Sinergi di Usia 81 Tahun Kemerdekaan
Antok berharap, di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, sinergi antara komunitas, pemerintah, dan lembaga-lembaga lainnya bisa semakin kuat. Program-program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar harus dipastikan pelaksanaannya lebih merata dan berkeadilan.

“Bagaimana komunitas, pemerintahan, instansi, lembaga komunitas lainnya itu bersinergi. Mempermudah rakyatnya, masyarakatnya untuk menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

“Nilai nasionalisme itu bukan hanya jargon. Kita lakukan dengan cara kita untuk menuju bangsa ini lebih baik,” tutup Antok.

Pada akhirnya, menurutnya, pertanyaan besar di HUT RI ke-81 ini bukan lagi soal berapa lama Indonesia telah merdeka. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah, apakah kemerdekaan itu sudah benar-benar sampai dan dirasakan oleh mereka yang berada di lapisan paling bawah.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *