Target Boyongan Agustus 2026, Rehabilitasi Kantor Pemkab Kediri Masuk Fase Akhir Pengujian

Kediri,Montera.co.id– Wajah baru kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri semakin dekat untuk dinikmati. Setelah melalui proses rehabilitasi yang cukup panjang, pemerintah daerah menargetkan seluruh aktivitas perkantoran atau yang akrab disebut “boyongan” dapat kembali berlangsung di gedung utama pada Agustus 2026.

 

Target ini disampaikan seiring dengan nearing completion atau mendekati rampungnya pekerjaan fisik bangunan. Namun, sebelum kunci diserahkan, ada sejumlah tahapan krusial yang harus dilalui untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bagi para ASN serta masyarakat yang berkunjung.

 

Fokus pada Kualitas Sistem MEP

Meskipun secara kasat mata bangunan terlihat sudah selesai, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama, menegaskan bahwa tahap pengujian masih menjadi prioritas utama. Saat ini, tim teknis tengah fokus pada pengujian kinerja MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing).

“Memang secara fisik kelihatan sudah selesai, tapi mungkin di dalam itu masih ada pengujian-pengujian lainnya terkait kinerja MEP,” ujar Irwan saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Pengujian ini bukan sekadar formalitas. Irwan menjelaskan bahwa memastikan sistem kelistrikan, pencahayaan, hingga mekanikal berfungsi optimal sangat vital. Tujuannya agar ketika gedung nanti ditempati, tidak ada gangguan teknis yang menghambat pelayanan publik maupun aktivitas birokrasi sehari-hari.

Proyek rehabilitasi kantor Pemkab Kediri ini dikerjakan dalam satu paket bersama pembangunan kantor Samsat. Setelah semua uji coba dinyatakan lulus, gedung akan diserahterimakan secara resmi kepada Pemkab Kediri melalui Bagian Umum sebagai pengelola aset.

 

Optimisme Pelayanan Kembali Normal di Agustus 2026

Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan Juni 2026 sebagai tenggat waktu penyelesaian total proyek, termasuk administrasi serah terima. Dengan demikian, proses perpindahan atau boyongan diproyeksikan dapat dilakukan dua bulan setelahnya, yakni pada Agustus 2026.

“Kalau sudah selesai diserahkan, baru nanti kita boyongan. Kalau bisa nanti bulan Agustus sudah ditempatkan, sudah melakukan boyong-memboyong,” jelasnya.

Irwan mengakui bahwa pihaknya masih menunggu kepastian jadwal final dari pihak pelaksana proyek. Namun, optimisme tetap tinggi agar target tersebut tercapai. Kepastian waktu ini penting agar persiapan logistik dan teknis pemindahan dapat direncanakan dengan matang tanpa mengganggu ritme pelayanan pemerintahan.

Harapan besar tentu tertuju pada kembalinya aktivitas di gedung pusat pemerintahan ini. Selain efisiensi koordinasi antar-OPD, kehadiran gedung yang telah direhabilitasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kediri.

 

Agenda Pembangunan Lain Menanti di 2026

Sementara fokus saat ini tertuju pada finalizasi kantor Pemkab dan Samsat, Dinas Perkim juga telah menyiapkan peta jalan pembangunan infrastruktur lainnya untuk tahun 2026.

Di luar proyek perkantoran, dinas tersebut tengah merancang penyelesaian pembangunan stadion dan museum secara bertahap. Pelaksanaan proyek-proyek ikonik ini akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal bagi kemajuan wilayah Kediri.

Dengan selesainya rehabilitasi kantor Pemkab Kediri, diharapkan semangat baru dalam birokrasi juga ikut terbangun, mendukung visi kabupaten untuk menjadi lebih maju dan melayani dengan hati.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *