Selamat Jalan, Legenda Lokal! Yusuf Meilana Tutup Buku Pengabdian 9 Tahun di Persik

Kediri,Montera.co.id– Babak baru dalam sejarah Persik Kediri resmi dimulai dengan sebuah perpisahan yang haru. Klub Macan Putih mengumumkan pelepasan Yusuf Meilana, pemain asli Kediri yang telah menjadi tulang punggung lini pertahanan selama hampir satu dekade terakhir. Sosok yang identik dengan nomor punggung 7 ini meninggalkan jejak mendalam, bukan hanya sebagai atlet, tetapi sebagai simbol loyalitas bagi suporter di Stadion Brawijaya.

 

Keputusan untuk berpisah dengan Yusuf Meilana bukanlah hal yang mudah bagi manajemen, mengingat kontribusi besarnya dalam mengantar Persik kembali ke peta sepak bola nasional. Namun, langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan karier sang bek kiri yang kini siap menghadapi tantangan baru di luar kandang sendiri.

Saksi Bisu Kebangkitan Macan Putih

Nama Yusuf Meilana akan selalu terpatri dalam memori para pendukung Persik Kediri. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain yang merasakan pahit getirnya kompetisi bawah hingga manisnya trofi juara. Yusuf turut serta dalam momen bersejarah ketika Persik menjuarai Liga 3 dan kemudian Liga 2 pada musim 2018/2019, gelar ganda yang menjadi tiket promosi kembali ke Liga 1.

Selama membela warna biru-putih, Yusuf telah mencatatkan statistik yang apik. Total ada 125 penampilan di berbagai kompetisi resmi, di mana ia menyumbangkan 3 gol dan 8 assist. Angka-angka tersebut mungkin tidak terlihat mencolok bagi seorang penyerang, namun bagi seorang bek kiri, kontribusi itu menunjukkan ketajaman insting dan kemampuan membaca permainan yang mumpuni.

Musim 2025/2026 menjadi babak penutupnya bersama Persik. Sebelum akhirnya dilepas, Yusuf sempat tampil 14 kali sebelum dipinjamkan ke Bali United pada paruh musim, sebuah langkah yang memberikan angin segar sekaligus pengalaman baru baginya.

Lebih Dari Sekadar Pemain

Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, atau yang akrab disapa Kuncara, menekankan bahwa nilai Yusuf jauh melampaui statistik di atas lapangan. Menurutnya, dedikasi dan komitmen Yusuf menjadi fondasi penting bagi perkembangan klub dalam beberapa tahun terakhir.

“Selama hampir satu dekade, Yusuf tidak hanya menjadi bagian dari skuad sebagai pemain, tetapi juga saksi berbagai perjalanan, tantangan, dan prestasi yang dilalui Persik Kediri,” ujar Kuncara dalam pernyataannya.

Kuncara menambahkan bahwa jajaran manajemen, pelatih, hingga rekan-rekan setim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Yusuf dianggap sebagai panutan bagi pemain-pemain muda di akademi maupun tim utama. Sikap profesionalismenya di dalam dan luar lapangan menjadi standar yang ingin terus dijaga oleh klub.

Tinta Emas dalam Sejarah Klub

Bagi Persik Kediri, Yusuf Meilana adalah bagian tak tergantikan dari narasi kebangkitan mereka. Setiap tekel, setiap lari mengejar bola, dan setiap umpan silangnya telah menjadi cerita yang tercatat dengan tinta emas dalam arsip klub.

“Kami sangat berterima kasih atas loyalitas, dedikasi, serta semua kerja keras Yusuf selama ini. Kami mendoakan yang terbaik dalam setiap langkah berikutnya,” tegas Kuncara menutup pernyataannya.

Meskipun jalur mereka kini berpisah, ikatan emosional antara Yusuf Meilana dan Kota Kediri tampaknya tak akan pernah putus. Sebagai putra daerah yang sukses membawa harum nama kota kelahirannya ke tingkat nasional, Yusuf pulang dengan kepala tegak dan hati yang penuh kenangan indah. Selamat jalan, Yusuf. Terima kasih untuk segala pengorbananmu demi Macan Putih.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *