Kabupaten Kediri dukung program nasional dengan peningkatan luasan tanam dan stok beras Bulog mencukupi hingga 20 bulan ke depan
Kediri,Montera.co.id – Sejalan dengan pengumuman Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras, Kabupaten Kediri menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendukung program pangan nasional tersebut. Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan capaian yang membanggakan, mulai dari peningkatan luasan tanam hingga ketersediaan stok beras yang melimpah.
Kenaikan Luasan Tanam dan Produksi Padi di Kabupaten Kediri
Menurut Sukadi, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), tahun 2024 luasan tanaman padi di daerah tersebut mencapai 49.100 hektar. Pada tahun 2025, melalui berbagai upaya pengembangan pertanian, luasan tanam meningkat sebanyak 2.330 hektar lebih.
“Kenaikan luasan tanam ini berdampak pada peningkatan produksi padi sekitar 16.000 hingga 17.000 ton,” ujar Sukadi.
Upaya yang dilakukan meliputi pembangunan infrastruktur irigasi, sumur submersible, serta koordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan waduk dan embung untuk memenuhi kebutuhan air petani. Selain itu, Kabupaten Kediri juga berfokus pada modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan, pratanam, hingga proses panen dan pasca panen yang menggunakan alat mekanis.
Stok Beras Bulog Kediri Cukupi hingga 20 Bulan
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menyampaikan bahwa stok beras yang dimiliki saat ini mencapai 66.000 ton, yang cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga 20 bulan ke depan. Hal ini menjadi bukti bahwa ketersediaan pangan di Kabupaten Kediri sangat terjamin.
“Kita tidak perlu khawatir, karena pemerintah dan Bulog sudah siap dengan cadangan stok yang luar biasa,” jelas Harisun.
Pada tahun 2020, serapan gabah oleh Bulog Kediri mencapai target awal 50.000 ton setara beras dengan capaian 100%. Meskipun target yang dinaikkan menjadi 55.000 ton hanya tercapai 92%, hal tersebut tetap menjadi kebanggaan karena menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan petani.
Harga Gabah Dijamin, Petani Diminta Panen Sesuai Waktu
Bulog membeli gabah dari petani dengan harga 6.500 rupiah per kilogram sesuai Harga Pembelian Pengadaan (HPP). Harisun menjelaskan bahwa meskipun stok melimpah, harga gabah tidak akan turun karena sudah ada batasan harga yang ditetapkan.
Namun demikian, pihaknya mengimbau petani untuk memanen gabah pada waktu yang tepat dan menjaga kualitas. “Yang dibeli Bulog adalah Gabah Kering Panen (GKP) yang sudah siap panen, bukan gabah yang belum matang atau mengandung kotoran,” ujarnya.
Sebagai bukti swasembada beras nasional, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa pada tahun 2025 dan 2026 Indonesia tidak akan mengimpor beras sama sekali. Kegiatan panen raya yang digelar baru-baru ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas kelimpahan stok beras yang diraih.(Dan/Ali)







