3 Titik Lokasi Terbakar di Kediri dalam Sehari, Kerugian Capai Rp 312,5 Juta

Kediri, Montera.co.id– Tiga peristiwa kebakaran berturut-turut terjadi di wilayah Kabupaten Kediri pada Jumat, 29 Mei 2026. Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Plt. Kasatpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, kejadian meliputi kebakaran rumah tinggal, kandang ternak, hingga lahan pertanian tebu dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Berkat respons cepat tim pemadam kebakaran, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sesuai prosedur operasi standar tanpa menimbulkan korban jiwa yang parah.

 

Kebakaran Rumah Tinggal di Grogol, Diduga Akibat Konsleting Listrik

 

Kejadian pertama terjadi pada pukul 12.34 WIB hingga 13.23 WIB di RT 01 RW 01 Dusun Sumberjo, Desa Sumberjo, Kecamatan Grogol. Laporan pertama diterima dari Samsul Aziz melalui nomor telepon 081 331 303 402 pada pukul 12.32 WIB. Segera setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran dari Pos Grogol berangkat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit, tepatnya pukul 12.39 WIB.

 

Berdasarkan keterangan di lokasi, pemilik rumah sedang beristirahat ketika mendengar suara ledakan keras. Setelah diperiksa, ternyata api sudah berkobar di kasur dan tempat tidur. Diduga kuat penyebab utama kebakaran ini adalah hubungan arus pendek listrik atau konsleting yang berasal dari stopkontak yang berada tepat di atas tempat tidur dan masih dalam keadaan terhubung aliran listrik.

 

Untuk melakukan pemadaman, dikerahkan 1 unit kendaraan pemadam berkapasitas 5.000 liter yang diawaki oleh 5 orang petugas. Berkat kerja sama dan kecepatan bertindak, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kerugian materi yang timbul diperkirakan mencapai sekitar Rp7.500.000, sementara aset dan bangunan lain senilai sekitar Rp150.000.000 berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa maupun orang yang terluka dalam kejadian ini.

 

Kandang Sapi di Plemahan Terbakar, Bermula dari Pembakaran Sisa Pakan

 

Kejadian kedua berlangsung pada pukul 18.38 WIB sampai 19.21 WIB di RT 01 RW 09 Dusun Mojoroto, Desa Wonokerto, Kecamatan Plemahan. Kebakaran terjadi di kandang milik Bapak Wasis, yang dilaporkan oleh Ibu Juni Lestari melalui nomor 0857-9021-0253 pada pukul 18.06 WIB. Tim pemadam kebakaran dari Pos Pare berangkat pukul 18.10 WIB dan sampai di lokasi kejadian pukul 18.20 WIB.

 

Kebakaran bermula saat pemilik kandang sedang membakar sisa-sisa pakan ternak di sekitar kandang. Api tiba-tiba membesar dan dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kandang. Meskipun sudah berusaha memadamkan menggunakan alat seadanya, usaha tersebut gagal dan pemilik rumah justru terkena sambaran api. Dalam kejadian ini, juga terdampak dua ekor sapi yang ada di dalam kandang tersebut.

 

Operasi pemadaman dilakukan menggunakan 2 unit kendaraan pemadam yang dibantu oleh 5 orang petugas damkar. Api berhasil diredam dan dipadamkan sepenuhnya. Kerugian yang dialami diperkirakan mencapai sekitar Rp30.000.000, meliputi bangunan kandang dan tumpukan pupuk pertanian yang berada di sebelahnya. Sementara itu, aset berharga lainnya seperti mobil pribadi, bangunan rumah beserta isinya yang bernilai sekitar Rp300.000.000 berhasil diselamatkan dari jangkauan api.

 

Dampak dari kejadian ini adalah satu orang pemilik rumah mengalami luka bakar ringan, serta dua ekor sapi mengalami luka lecet akibat terbakar. Namun demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan meninggal dunia.

 

Kebakaran Lahan Tebu di Tarokan Meluas Cepat Akibat Angin Kencang

 

Kejadian ketiga sekaligus yang memiliki dampak kerugian terbesar terjadi pada pukul 16.23 WIB hingga 20.45 WIB di RT 03 RW 03 Dusun Pilangbangu, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan. Kebakaran melanda lahan tebu milik PG Mrican dan warga bernama Hendrik. Laporan diterima dari Sunarto melalui nomor 0822-3255-5726 pada pukul 16.13 WIB, dan tim dari Pos Grogol langsung berangkat pukul 16.16 WIB serta tiba di lokasi pada pukul 16.20 WIB.

 

Kebakaran diketahui pertama kali oleh warga yang sedang melintas di sekitar lokasi. Sumber api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang secara sembarangan oleh orang yang sedang mencari rumput di areal perkebunan. Kondisi daun tebu yang sudah kering serta hembusan angin yang cukup kencang membuat api menyebar dengan sangat cepat dan luas. Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 5,5 hektare, terdiri dari 1 hektare milik PG Mrican dan 4,5 hektare milik warga setempat.

 

Tim pemadam bekerja keras selama berjam-jam menggunakan 1 unit kendaraan berkapasitas 5.000 liter dan didukung oleh 5 personel yang terlatih. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya. Kerugian yang ditimbulkan akibat musnahnya tanaman dan lahan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp275.000.000, sedangkan aset lain yang berhasil diselamatkan bernilai sekitar Rp100.000.000. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.

 

Kesiapan Tim Damkar dan Pentingnya Kewaspadaan Diri

 

Seluruh kegiatan pemadaman pada hari itu berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, di bawah tanggung jawab Bidang Pencegahan Kebakaran. Kaleb Untung Satrio Wicaksono selaku Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat dan sigap seluruh petugas yang terlibat sehingga dampak kerugian dapat diminimalisir.

 

Serangkaian kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada. Mulai dari memastikan instalasi listrik aman, berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah atau sisa tanaman, hingga tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang memiliki banyak bahan mudah terbakar.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *