Kediri,Wartapanjalu.com – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri mengambil langkah konkret untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui gerakan “Kader Banteng”, ratusan kader partai yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC Hanindhito Himawan Pramana turun ke lapangan melaksanakan penanaman ketela di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, pada Sabtu (20/6).
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dari komitmen partai berlambang banteng tersebut dalam merealisasikan pemikiran founding father Indonesia, Ir. Soekarno, mengenai pentingnya kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

Menghidupkan Warisan Pangan Nusantara
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kediri. Mereka berbaur dengan warga lokal dan petani untuk menanam bibit ketela sebagai simbol penguatan sumber pangan lokal.
Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dewi Mariya Ulfa, yang mewakili Ketua DPC Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa ketela memiliki nilai strategis yang sering terlupakan.
“Ketela merupakan warisan pangan nusantara yang memiliki nilai strategis sebagai pendamping beras sekaligus penguat kemandirian pangan masyarakat,” ujar Dewi dalam keterangannya.
Menurutnya, diversifikasi pangan sangat penting dilakukan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada satu jenis komoditas utama. Dengan memperkuat budaya konsumsi pangan lokal seperti ketela, ketahanan pangan di tingkat rumah tangga maupun daerah akan semakin kokoh.
Menindaklanjuti Instruksi Ketua Umum Megawati
Gerakan penanaman massal ini juga merupakan respons cepat terhadap instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati sebelumnya telah mengimbau seluruh kader di daerah untuk aktif membudidayakan tanaman pendamping beras dan senantiasa memperhatikan nasib para petani.
Sebelum aksi tanam dimulai, suasana haru dan penuh semangat tercipta saat PDI Perjuangan Kabupaten Kediri melakukan penyerahan bibit ketela secara simbolis kepada perwakilan petani lokal dan Kepala Desa Wonorejo. Langkah ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif bagi petani untuk kembali melirik potensi tanaman umbi-umbian.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran petani lokal untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk pentingnya diversifikasi produk menuju masyarakat Kabupaten Kediri yang mandiri dan sejahtera,” tambah Dewi.
Nasi Tiwul: Dari Lahan ke Meja Makan
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menjelaskan alasan dipilihnya ketela sebagai fokus utama dalam program kali ini. Selain karena mudah ditemukan dan tahan terhadap berbagai kondisi iklim, ketela memiliki fleksibilitas tinggi dalam pengolahan kuliner.
Salah satu olahan ikonik yang menjadi bukti keberhasilan diversifikasi ini adalah Nasi Tiwul, yang kini telah ditetapkan sebagai makanan khas Kabupaten Kediri. Keberadaan Nasi Tiwul menunjukkan bahwa ketela bukan sekadar makanan alternatif saat paceklik, tetapi bisa menjadi pilihan pangan pokok yang lezat dan bergizi.
“Untuk itu, kita mengajak mari bersama kita sukseskan program menanam tanaman pendamping beras, salah satunya ketela ini,” ajak Dodi dengan semangat.
Dengan adanya gerakan ini, PDI Perjuangan Kabupaten Kediri berharap dapat menginspirasi masyarakat luas untuk kembali mencintai produk lokal. Langkah kecil menanam ketela hari ini diharapkan menjadi fondasi besar bagi kedaulatan pangan Kabupaten Kediri di masa depan, sesuai dengan cita-cita Bung Karno tentang bangsa yang berdikari di bidang ekonomi dan pangan.(Dan/Ali)







