Madiun, Montera.co.id– Di tengah hiruk-pikuk kesibukan operasional perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daop 7 Madiun menyisihkan waktu untuk menyentuh sisi kemanusiaan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga insan perkeretaapian dan dunia pendidikan, Yayasan Pusat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan Kereta Api Indonesia (Yayasan Pusaka) kembali menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak yatim dan piatu di wilayah kerjanya.
Penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pesan moral bahwa pendidikan adalah kunci masa depan, bahkan bagi mereka yang kehilangan orang tua.
Hangatnya Solidaritas di Aula Daop 7 Madiun
Suasana haru sekaligus hangat terasa di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun pada Selasa (23/6). Acara penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Deputy Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, yang mewakili Yayasan Pusaka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen Daop 7 Madiun, termasuk Manager Humas Tohari dan Manager SDM serta Umum Zainal Abidin. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen serius perusahaan dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak penerima manfaat.
Total ada 30 anak yatim/piatu dan 19 orang tua wali yang menerima bantuan secara simbolis. Dengan total nilai mencapai Rp228.800.000, dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya sekolah, membeli perlengkapan belajar, serta memotivasi anak-anak untuk tetap berprestasi meski menghadapi keterbatasan.
Pesan Harapan: Jadikan Bantuan sebagai Penyemangat
Dalam sambutannya, Alam Prasetyo menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan wujud dukungan moral agar anak-anak tetap semangat mengejar mimpi.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Semoga dapat memberikan manfaat yang optimal sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita serta masa depan yang lebih baik,” ujar Alam.
Ungkapan tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat, yang terlihat begitu bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh “keluarga besar” KAI.
Edukasi Keselamatan: Kampanye BERTEMAN untuk Generasi Muda
Tidak hanya fokus pada bantuan materi, acara ini juga diisi dengan sesi edukasi yang sangat penting bagi keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, memberikan sosialisasi keselamatan perkeretaapian dengan pendekatan yang mudah dipahami.
Tohari memperkenalkan kampanye BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri/Kanan, Aman, Jalan) sebagai panduan praktis saat melintasi perlintasan sebidang kereta api.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan guna mencegah terjadinya kecelakaan,” jelas Tohari.
Pendekatan edukasi sejak dini kepada anak-anak dinilai strategis untuk membangun budaya selamat yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat sekitar jalur kereta api.
Komitmen Ganda: Pendidikan dan Keselamatan
Kegiatan yang berlangsung lancar dan tertib ini menjadi bukti nyata dua pilar utama kepedulian sosial KAI: mendukung pendidikan generasi penerus dan memastikan keselamatan publik.
Bagi Yayasan Pusaka, penyaluran bantuan ini adalah langkah konkret dalam menjaga kesejahteraan keluarga insan perkeretaapian. Sementara bagi Daop 7 Madiun, ini adalah momen untuk memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai keselamatan sejak dini.
Semoga bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menyalakan api semangat bagi anak-anak yatim piatu di Madiun untuk terus berkarya dan meraih masa depan yang gemilang.(Dan/Ali)







