Kediri,Montera.co.id— Suasana Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri mendadak mencekam pada Sabtu pagi. Seorang ibu dan anak perempuannya menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam jenis sabit. Keduanya mengalami luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa berdarah itu dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Semen, Aiptu Fredy Kurnia. Ia menyebut pelaku sudah diamankan warga tak lama setelah kejadian.
“Benar, telah terjadi perkara penganiayaan dengan menggunakan alat mengakibatkan korban luka. Korban dua orang, ibu dan anak. Pelaku sudah kami amankan,” ujar Aiptu Fredy Kurnia saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
Berawal dari Pembuatan Saluran Air di Samping Rumah Pelaku
Kronologi bermula dari persoalan sepele. Saksi berinisial W (50), warga setempat, hendak membuat saluran air dan akses jalan yang melintas di samping rumah pelaku. Bangunan itu menyenggol bagian pondasi rumah pelaku berinisial MY (37), warga Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Pagung, Kecamatan Semen.
Pelaku sempat menegur saksi W terkait pembangunan tersebut. Teguran itu rupanya masih menyimpan bara.
Tuduhan Guna-guna Picu Amarah Pelaku
Puncaknya terjadi pada Sabtu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 09.30 WIB. Anak pelaku yang masih balita, sebut saja M (14 bulan), dikabarkan terus-menerus menangis tidak wajar setiap hari.
Pelaku beranggapan tangisan anaknya itu akibat diguna-guna oleh saksi W. Dengan emosi, pelaku kemudian mendatangi rumah saksi W untuk melampiaskan kekesalannya.
Di lokasi, korban berinisial Sus (45), yang merupakan tetangga, mencoba menengahi dan seolah membela saksi W. Ibu pelaku sendiri, saksi Su (64), juga berusaha melerai pertengkaran tersebut.
Namun upaya itu justru membuat pelaku naik pitam.
Ibu dan Anak Jadi Korban Sabetan Sabit
Dalam kondisi emosi tak terkendali, pelaku berlari kembali ke rumahnya, mengambil sebilah sabit dari dapur, lalu kembali lagi ke rumah saksi W.
Di tengah jalan, ia berpapasan dengan korban Sus. Tanpa banyak bicara, pelaku menendang korban hingga terjatuh, lalu membacok bagian kepalanya dengan sabit.
Tak berhenti di situ, anak korban berinisial Nu (17), seorang pelajar yang berada di dalam rumah, ikut menjadi sasaran. Ia terkena sabetan sabit di bagian tangan saat berusaha menolong ibunya.
“Korban Nu sempat berlari keluar rumah sambil meminta pertolongan kepada warga,” jelas Fredy.
Teriakan korban mengundang perhatian warga. Saksi Hen, seorang sopir, bersama Bay, perangkat desa setempat, dan warga lain segera datang ke lokasi. Pelaku berhasil diamankan dan korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapat perawatan intensif.
Akibat kejadian itu, korban Sus mengalami luka bacok serius di bagian kepala, sementara korban Nu menderita luka bacok di tangan.

Polisi Amankan Barang Bukti Berlumur Darah
Polisi yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dsn. Nglangu RT 02 RW 06, Desa Puhsarang, Kec. Semen langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
“Barang bukti yang kami amankan berupa sebilah sabit yang terdapat bekas darah, baju korban yang berlumuran darah, sampel darah, dan hasil Visum et Repertum,” terang Fredy.
Saat ini pelaku MY masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Semen. Ia terancam dijerat pasal penganiayaan berat dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
Pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.(Dan/Ali)







