Kediri,Montera.co.id– Lahan kering di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mendadak riuh pada Jumat (11/9/2026) pagi. Puluhan prajurit TNI bersama warga setempat tampak bahu-membahu mencangkul tanah dan menanam bibit pohon dalam aksi penghijauan skala daerah.
Langkah ini digagas oleh Kodim 0809/Kediri sebagai upaya nyata mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 500 bibit tanaman—mulai dari pohon trembesi hingga pohon nangka—resmi tertanam di kawasan tersebut.
Aksi lingkungan ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Sesuai dengan temanya, perayaan kali ini berfokus pada aksi yang memberi manfaat langsung bagi daya dukung lingkungan dan masyarakat sekitar.
Jaga Resapan Air dan Cegah Karhutla di Akhir Kemarau
Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, menjelaskan bahwa penghijauan ini merupakan bentuk langkah preventif yang tidak boleh kendur, sekalipun musim kemarau mulai memasuki fase akhir. Menurutnya, pemulihan vegetasi tidak bisa menunggu hingga bencana datang.
”Penghijauan ini adalah langkah pencegahan. Meski kita sudah hampir melewati puncak kemarau, aksi tanam pohon tetap harus berjalan untuk mengembalikan vegetasi yang sebelumnya mungkin sempat hilang atau ditebang,” ujar Dhavid di lokasi kegiatan.
Pemilihan jenis bibit pun dilakukan secara terukur. Campuran antara pohon keras seperti trembesi dan tanaman produktif seperti nangka diharapkan tidak hanya memperkuat struktur tanah dan resapan air, tetapi juga bisa dipanen hasilnya oleh warga di masa depan.
”Intinya kita kombinasikan pohon keras dan pohon buah. Kami memilih lokasi ini karena dinilai bisa memberikan manfaat ekologis dan ekonomis yang maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Jawaban atas Kelangkaan Air Warga Desa Gadungan
Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto, menyambut positif inisiatif yang diambil jajaran Kodim 0809/Kediri. Ia mengungkapkan bahwa persoalan utama warga Gadungan saat kemarau tiba bukanlah bencana kebakaran, melainkan krisis air bersih.
”Kalau masalah kebakaran lahan, di desa kami relatif jarang terjadi, kecuali jika ada oknum yang sengaja membakar atau iseng. Namun, kalau sudah kemarau, kami memang selalu kesulitan air,” ungkap Dari.
Hadirnya 500 pohon keras ini dinilai menjadi angin segar untuk jangka panjang. Akar pohon keras dipercaya dapat membantu mengikat air tanah sehingga debit sumber air warga tetap terjaga saat musim kering mendatang.
Agar bibit yang ditanam tidak terbengkalai, pihak desa telah menyiapkan skema perawatan berkala. Pengawasan dan pemeliharaan tanaman akan diserahkan kepada Koperasi Rimba Jatirejo, baik wilayah Jatirejo Selatan maupun Utara.
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI di lapangan. Lewat semangat kemitraan bersama warga lokal, kegiatan penghijauan ini menegaskan pesan utama peringatan HUT ke-81 TNI: TNI kuat bersama rakyat, Indonesia berdaulat dan makmur.(Dan/Ali)







