Kediri,Montera.co.id – Anggota DPRD Kota Kediri yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, ST, MM., menggelar kegiatan sosialisasi produk hukum pada Ahad (31/5/2026). Acara yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto ini dihadiri oleh sekitar 200 warga masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. Mandung Sulaksono, yang memaparkan berbagai kebijakan, program pembangunan, serta pendekatan pendidikan yang diterapkan saat ini.
Pembangunan dan Pemeliharaan Fasilitas Sekolah Terus Diperluas
Dalam paparannya, Mandung Sulaksono menjelaskan langkah-langkah nyata yang telah dan akan dilakukan Dinas Pendidikan guna menunjang kenyamanan proses belajar mengajar. “Kami telah menyiapkan pemeliharaan dan perbaikan sarana penunjang pendidikan, mencakup 35 titik kamar mandi sekolah, sekitar 15 ruang kelas, serta ruang kerja guru. Secara keseluruhan, dari 111 Sekolah Dasar yang ada di Kota Kediri, kondisi fasilitas sudah cukup terawat dan berjalan baik. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama, fasilitas yang tersedia pun sudah tergolong memadai dan layak digunakan,” jelasnya.
Peningkatan kualitas sarana ini dilakukan sebagai dasar penting agar setiap anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung pencapaian hasil belajar yang maksimal.
Peran Orang Tua Sangat Penting Kembangkan Bakat dan Karakter Anak
Selain aspek fisik dan fasilitas, pengembangan potensi serta karakter anak menjadi fokus utama pembahasan. Mandung menekankan bahwa setiap anak memiliki bakat yang berbeda, dan peran orang tua sangat krusial dalam mengenali serta mengembangkannya. “Jika anak memiliki bakat tertentu, doronglah dan berikan kesempatan untuk mengembangkannya. Melalui bakat, anak bisa mengekspresikan diri, dan dari ekspresi itulah akan lahir prestasi. Prestasi ini nantinya menjadi bekal berharga saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini seringkali luput dari perhatian kita, padahal dampaknya sangat besar bagi masa depan anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pola pikir, cara pandang, serta karakteristik generasi muda saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Apa yang dianggap benar dan baik oleh anak zaman sekarang belum tentu sama dengan pandangan orang tua. Karena itu, pendekatan dalam berkomunikasi dan mendidik pun harus disesuaikan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas Pendidikan berkomitmen menyediakan beragam wadah kegiatan dan ajang kompetisi, mulai dari cabang olahraga seperti bola basket, hingga kegiatan seni dan keagamaan seperti kaligrafi dan qiraah. Tujuannya jelas, agar setiap anak memiliki ruang yang luas untuk tumbuh dan berkembang sesuai minat serta kemampuannya masing-masing.
“Kami juga terus mendorong terciptanya sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua. Berbagai kegiatan pembinaan dan pertemuan diselenggarakan agar orang tua memahami cara terbaik mendampingi anak di masa pertumbuhan mereka. Kerja sama ini menjadi kunci agar pendidikan berjalan seimbang, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” tambah Mandung.
Hilangkan Sekolah Unggulan, Wujudkan Pemerataan Mutu Pendidikan
Sementara itu, Imam Wihdan Zarkasyi memaparkan arah kebijakan utama yang sedang digarap Pemerintah Kota Kediri. Salah satu poin paling mendasar adalah menghapus anggapan adanya “sekolah unggulan”, agar setiap warga masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan bebas memilih sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya.
“Intinya, pemerintah sedang berusaha keras agar tidak lagi ada satu atau beberapa sekolah yang dijadikan satu-satunya rujukan utama. Kami ingin masyarakat menyadari dan memahami bahwa setiap sekolah memiliki kualitas yang terus ditingkatkan, sehingga anak-anak bisa bersekolah di tempat yang paling dekat dengan keluarga. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) pun disusun dengan skema yang mempertimbangkan aspek domisili, jalur prestasi, serta kategori lainnya, guna memastikan pemerataan kesempatan pendidikan di jenjang SD maupun SMP,” jelas Imam.
Ia juga menegaskan janji pemerintah untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan serta sumber daya di setiap satuan pendidikan, khususnya di jenjang SMP. Hal ini dilakukan agar standar pelayanan dan mutu pendidikan dapat merata dan setara di seluruh wilayah Kota Kediri. Perubahan sistem dan kebijakan ini, menurutnya, perlu terus disosialisasikan dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat agar dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh.
Pahami Karakter Berbeda Anak, Hilangkan Kesalahpahaman Terhadap Guru
Imam juga menyampaikan pesan penting terkait hubungan antara pendidik dan peserta didik. Ia menekankan bahwa tidak ada niat buruk, keinginan menyakiti, atau tindakan sewenang-wenang dari pihak guru dalam setiap proses pembinaan dan pengajaran yang dilakukan di sekolah.
“Kita harus sadar dan memahami bahwa setiap anak lahir dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang sangat aktif dan berani, ada yang pendiam dan tertutup, serta ada pula yang berada di tengah-tengah. Hal ini adalah hal yang wajar dan alami. Tindakan bimbingan dan pengajaran yang dilakukan guru semata-mata bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik dan mendidik anak menjadi manusia yang berakhlak mulia. Hal inilah yang harus dipahami dan disadari sepenuhnya oleh orang tua dan masyarakat luas,” tegas Imam.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin pemahaman yang utuh serta kerja sama yang erat antara pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat. Semua elemen bergerak satu tujuan demi mewujudkan sistem pendidikan yang adil, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi muda Kota Kediri yang cerdas, berkarakter, serta berprestasi di masa depan.(Dan/Ali)







