Siswa SMPN 1 Kras Kediri Takut Santap MBG Usai Sejumlah Teman Mengeluh Mual dan Diare

Kediri,Montera.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendapat sorotan. Usai sejumlah siswa mengeluhkan gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG, minat siswa untuk mengambil jatah makan gratis itu anjlok drastis.

Banyak siswa memilih tidak mengambil makanan. Alasannya satu: masih trauma dan takut kejadian serupa terulang, meski penyebab pastinya hingga kini belum diketahui.

Kepala SMPN 1 Kras, Soedjito, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut sekolah hingga Senin (27/7/2026) masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Puskesmas.

“Yang jelas kami masih menunggu pemeriksaan dari Puskesmas. Nanti hasilnya seperti apa, itu yang akan kami tindak lanjuti,” kata Soedjito saat dikonfirmasi.


Banyak Siswa Tolak Ambil Menu MBG
Dampak psikologis langsung terasa pada pembagian MBG selanjutnya. Soedjito mengakui cukup banyak siswa yang menolak mengambil ompreng makan gratis.

“Karena mungkin anak-anak trauma, takut atau bagaimana. Akhirnya banyak yang tidak mau mengambil,” ujarnya.

Meski begitu, tidak semua siswa menolak. Di tengah kekhawatiran itu, masih ada sebagian siswa yang tetap mau menyantap menu MBG yang disediakan.

“Ada juga yang makan,” kata Soedjito singkat.

Kronologi: Berawal dari Keluhan Mual dan Pusing
Soedjito menceritakan, laporan awal muncul pada Kamis lalu. Saat itu, beberapa siswa mengeluh mual dan pusing setelah makan, bahkan ada yang minta izin pulang lebih awal.

“Untuk Kamis jumlah pastinya saya belum tahu. Tetapi memang ada yang langsung mual, pusing, lalu ada yang izin pulang. Kemudian pada Jumat mulai banyak anak yang izin sakit dan tidak masuk sekolah,” jelasnya.

Pada hari Jumat, program MBG sejatinya masih berjalan normal. Sebagian besar siswa yang hadir tetap makan karena belum mengetahui kabar teman-temannya yang sakit.

“Anak-anak waktu itu juga belum tahu kalau ada temannya yang mungkin sakit. Jadi mereka masih makan seperti biasa,” imbuhnya.

Pengakuan Siswa: Perut Keruduk-keruduk Lalu Mencret
Salah seorang siswa yang merasakan langsung dampaknya mengaku mengalami mual dan diare usai menyantap paket MBG yang berisi nasi, telur balado dari telur rebus, tumis wortel, tahu, dan buah anggur hijau.

“Perut keruduk-keruduk lalu mencret,” ujarnya polos.

Beruntung, keluhannya tidak sampai harus dirawat di Puskesmas maupun rumah sakit. Namun pengalaman itu membuatnya kapok.

Saat ditanya apakah akan kembali mengambil MBG berikutnya, ia menjawab singkat, “Takut.”

Sekolah Tunggu Hasil Lab, Minta Tak Berspekulasi
Hingga kini, pihak sekolah menegaskan belum ada kesimpulan resmi apakah keluhan siswa benar-benar berasal dari menu MBG atau faktor lain. Semua kemungkinan masih terbuka.

“Belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Puskesmas. Ada kemungkinan penyebabnya bukan hanya dari satu faktor, sehingga kami menunggu hasil pemeriksaan resmi,” tegas Soedjito.

Pihak sekolah pun mengimbau siswa dan orang tua untuk tidak berspekulasi dan bersabar menunggu hasil investigasi resmi dari instansi berwenang, baik pemeriksaan medis maupun uji laboratorium sampel makanan.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *