Road to Surabaya Dimulai! 16 Tim Bertarung di Bahlil Mini Soccer U-17 Zona Kediri

Aksi pemain muda saat bertanding dalam turnamen Bahlil Mini Soccer U-17 Zona Kediri menuju babak final di Surabaya
Keseruan laga pembuka turnamen Bahlil Mini Soccer U-17 Zona Kediri yang diikuti oleh 16 tim berbakat demi merebut tiket menuju partai puncak di Surabaya.

Kediri,Montera.co.id– Lapangan Mini Soccer Inzia berubah jadi lautan antusiasme pada Kamis (10/9/2026). Sorak pelajar, yel-yel suporter sekolah, dan semangat kompetisi berpadu dalam pembukaan Bahlil Mini Soccer U-17 Asik Menuju Puncak Zona Kediri Raya.

Tak sekadar turnamen, ajang yang mempertemukan 16 tim SMA/SMK terbaik se-Kediri Raya hingga Nganjuk ini jadi panggung pembuktian bakat muda, mental juara, dan sportivitas.

Pesan Wali Kota: Menang Jangan Jumawa, Kalah Jangan Menyerah
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang membuka langsung turnamen, memberikan apresiasi tinggi kepada DPD Partai Golkar Jawa Timur

Menurutnya, anak muda Kediri butuh lebih dari sekadar ruang belajar, mereka butuh arena untuk bertarung secara sehat.

“Anak-anak muda butuh ruang untuk berkompetisi, mengasah kemampuan, sekaligus membangun pertemanan dan sportivitas. Pesan saya satu: jangan hanya berpikir untuk menjadi pemenang, tetapi jadilah pemain yang baik dan berkarakter,” tegas Vinanda.

Ia menitipkan pesan kuat: menang harus rendah hati, kalah harus terus berlatih. Dari lapangan mini inilah, ia berharap lahir atlet yang kelak mengharumkan nama Jawa Timur hingga level nasional dan internasional.

Strategi Rangkul Gen Z: Politik Asik Lewat Bola
Di balik kemeriahan itu, ada misi yang lebih besar. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni atau akrab disapa Mas Toni, menegaskan turnamen ini memang didesain khusus untuk merangkul Gen Z.

Mewakili Ketua DPD Golkar Jatim Dr. H. Ali Mufthi, Mas Toni menyebut olahraga adalah bahasa paling jujur untuk anak muda.

Hal itu diamini M. Hadi Setiawan dari DPD Golkar Kabupaten Kediri. Baginya, ini adalah cara Golkar mengikis antipati politik di kalangan muda.

“Kami ingin mengenalkan partai politik dengan cara yang menyenangkan. Golkar menghendaki generasi muda tidak alergi politik. Lewat olahraga, kita bangun kepemimpinan, kerja sama tim, dan sportivitas,” jelasnya.

Lintas Partai Satu Lapangan
Menariknya, pembukaan tak hanya diisi pelajar. Sinergi lintas elemen begitu terasa. Hadir perwakilan DPD Partai Golkar Jatim Anton, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Ketut Gutama, Ketua DPD Golkar Kota Kediri Sujono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Adi Prayitno, serta Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad bersama jajaran direksi Radar Malang dan Radar Madura.

Paling menyita perhatian adalah exhibition match pembuka yang mempertemukan pengurus Golkar vs Gerindra. Di luar dinamika politik formal, mereka kompak tertawa, berlari, dan adu skill di lapangan mini — bukti bahwa sportivitas bisa jadi jembatan soliditas.

Road to Grand Final Surabaya
Pertarungan sesungguhnya baru dimulai. 16 tim akan saling sikut memperebutkan tiket sebagai wakil Zona 4 Kediri Raya menuju Grand Final di Surabaya.

Hadiahnya tidak main-main. Para juara dijadwalkan menerima penghargaan dan medali langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Dikemas secara komunikatif, interaktif, dan ditutup dengan hujan doorprize untuk penonton, Bahlil Mini Soccer U-17 membuktikan satu hal: ketika politik dikemas dengan bahasa bola, energi positif anak muda akan menyatu dengan sendirinya.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *