Makna dan Pesan Khutbah Iduladha di Lapas Kediri: Pengorbanan, Keikhlasan, dan Perbaikan Diri

Kediri,Montera.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri menggelar pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban di Lapangan Blok C, Rabu (27/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini dihadiri seluruh warga binaan beragama Islam beserta seluruh jajaran petugas, menjadi momen beribadah sekaligus bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.

Khutbah: Makna Pengorbanan dan Keikhlasan sebagai Bekal Kehidupan

Bertindak sebagai khatib, K.H. Muhammad Jauhari dari Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat Iduladha sebagai hari pengorbanan dan ketakwaan. Ia menjelaskan bahwa amalan yang paling utama dan dicintai Allah SWT pada Hari Nahar adalah menyembelih hewan kurban.

“Hewan kurban yang dipersembahkan dengan hati yang ikhlas akan menjadi saksi kebaikan bagi pelakunya di hari kiamat nanti. Inti dari ibadah kurban bukanlah pada besar kecilnya hewan atau jumlahnya, melainkan ketakwaan dan keikhlasan yang ada di dalam hati,” tegasnya saat menyampaikan khutbah.

Lebih jauh, K.H. Muhammad Jauhari mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memaknai momen suci ini sebagai titik balik perbaikan diri. Pengorbanan yang dimaksud tidak hanya berupa harta atau hewan, tetapi juga berani meninggalkan sifat egois, kesombongan, serta keterikatan berlebih pada dunia. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan dan mempersiapkan diri kembali bergabung dengan masyarakat kelak.

Harapan Kalapas Kediri: Pererat Persaudaraan dan Tingkatkan Kepedulian Sosial

Usai pelaksanaan salat dan khutbah, Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H kepada seluruh warga binaan, pegawai, serta masyarakat luas. Ia berharap perayaan kali ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kepedulian dan berbagi antar sesama.

“Semoga melalui ibadah kurban ini, hati kita semakin bersih dan senantiasa memiliki rasa empati terhadap orang lain. Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa nilai kebersamaan dan kemanusiaan tetap terjaga di dalam lingkungan pemasyarakatan,” ujar Gatot.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan bantuan hewan kurban, sehingga kegiatan tahun ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Bantuan Hewan Kurban Berdatangan dari Berbagai Pihak

Pelaksanaan ibadah kurban tahun ini berjalan sukses berkat dukungan luas dari berbagai instansi dan perorangan. Secara rinci, bantuan yang diterima Lapas Kediri berupa:

– 2 ekor sapi: masing-masing dari Pemerintah Kota Kediri dan Primkopasindo Lapas Kediri.

– 9 ekor kambing: berasal dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Ibu Umiati, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri (2 ekor), Kalapas Kediri, Ketua PIPAS Cabang Lapas Kediri, Polres Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, serta Polres Kediri Kota.

Penyembelihan Dilakukan Bertahap Demi Ketertiban dan Kebersihan

Gatot Tri Rahardjo menjelaskan, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap dan terjadwal agar proses berjalan tertib, aman, higienis, dan merata.

– Hewan sapi: diselesaikan penyembelihannya pada hari pertama perayaan Iduladha dan langsung didistribusikan. Dagingnya tidak hanya dikonsumsi oleh warga binaan, tetapi juga disalurkan ke masyarakat sekitar sebagai wujud hubungan baik antar lembaga dan lingkungan.

– Hewan kambing: proses penyembelihan berlangsung hingga H+2 Iduladha dengan target penyelesaian sebanyak 5 ekor setiap harinya.

Seluruh rangkaian proses mulai dari penyembelihan, pemotongan, penimbangan, pengemasan hingga pembagian daging melibatkan partisipasi aktif seluruh pegawai Lapas Kediri. Hal ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kebersamaan yang terjalin di lingkungan kerja maupun dengan masyarakat.

Kurban Jadi Sarana Kebahagiaan dan Penguat Hubungan Sosial

Lebih dari sekadar ibadah rutin, pelaksanaan kurban tahun ini menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh elemen di Lapas Kediri. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana perayaan yang hangat dan penuh kebahagiaan bagi warga binaan, tetapi juga mempererat ikatan silaturahmi serta hubungan sosial antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat di sekitarnya.

“Semangat berbagi dan peduli inilah yang ingin kami tanamkan dan terus jaga. Iduladha bukan hanya soal daging yang dibagikan, tetapi nilai kebaikan yang disebarkan ke mana-mana,” tutup Gatot.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *