Lebih dari Sekadar Bagi-Bagi Beras, Desa Gedangsewu Jadikan Koperasi Merah Putih sebagai “Rumah Baru” Warga

Kediri,Montera.co.id – Penyaluran bantuan sosial seringkali hanya dipandang sebagai rutinitas administratif: datang, ambil, pulang. Namun, hal berbeda terjadi di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Di sini, pembagian Bantuan Pangan Beras (BPB) disulap menjadi momen strategis untuk memperkenalkan wajah baru perekonomian desa: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Sebanyak 2.172 warga tidak hanya menerima paket sembako, tetapi juga diajak untuk mengenal lebih dekat gedung koperasi yang sebentar lagi akan memasuki fase peluncuran gelombang kedua.

Strategi Cerdas Membangun Kebiasaan Baru

Kepala Desa Gedangsewu, Roeslan Abdulgani, memiliki alasan kuat mengapa lokasi penyaluran bantuan dipusatkan di Gedung Koperasi Desa Merah Putih. Baginya, ini adalah langkah psikologis agar masyarakat tidak canggung saat harus berinteraksi dengan koperasi di masa depan.

“Kami ingin masyarakat terbiasa datang ke Koperasi Desa Merah Putih. Jangan sampai koperasi hanya ramai saat peresmian, tetapi setelah itu sepi dan tidak dimanfaatkan,” ungkap Roeslan.

Dengan memindahkan keramaian pembagian bantuan ke lingkungan koperasi, Roeslan berharap stigma bahwa koperasi adalah tempat yang kaku atau menakutkan bisa perlahan luntur. Ia ingin warga merasa bahwa KDMP adalah ruang publik mereka sendiri.

Paket Sembako untuk Dua Bulan

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan penerima. Pada Senin lalu, sebanyak 1.046 warga telah menerima bantuan, disusul oleh 1.126 warga lainnya pada Rabu (10/6/2026).

Setiap Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat mendapatkan paket senilai kebutuhan pokok untuk dua bulan, yang terdiri dari:

20 kilogram beras

4 liter minyak goreng

Total ada 2.172 penerima manfaat yang merasakan dampak langsung dari program ini. Proses distribusi berlangsung aman dan lancar berkat pendampingan ketat dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Dari Pusat Administrasi Menjadi Penggerak Ekonomi

Roeslan menilai, antusiasme warga yang memadati lokasi adalah indikator positif. Ini membuktikan bahwa fasilitas KDMP siap melayani masyarakat dalam skala besar. Ke depannya, visi besar desa ini bukan sekadar menjadikan koperasi sebagai tempat mengurus surat-menyurat, melainkan sebagai jantung ekonomi desa.

“Koperasi Desa Merah Putih nantinya harus menjadi rumah bersama bagi masyarakat. Mulai dari kegiatan ekonomi, pelayanan, hingga pemberdayaan warga bisa dilakukan dari sini,” tegasnya.

Harapan besar tertumpu pada KDMP untuk membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga Desa Gedangsewu secara berkelanjutan.

Pesan Penting: Manfaatkan, Jangan Diperjualbelikan

Di tengah suasana sukacita penerimaan bantuan, Roeslan juga menyampaikan pesan moral yang penting. Ia mengingatkan seluruh penerima manfaat agar bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk konsumsi keluarga.

“Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban dapur Anda selama dua bulan. Mohon untuk tidak memperjualbelikannya,” imbau Roeslan.

Langkah inovatif Desa Gedangsewu ini menjadi contoh menarik bagaimana sinergi antara bantuan sosial dan penguatan institusi lokal dapat berjalan beriringan. Bukan hanya perut yang kenyang, tetapi juga kesadaran ekonomi masyarakat yang mulai tumbuh.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *