Lahan Tebu Senilai Puluhan Juta Terbakar di Gampengrejo Kediri, Diduga Akibat Pembakaran Sampah

Kediri, Montera.co.id–Sebuah insiden kebakaran melanda kawasan perkebunan warga di Kabupaten Kediri pada Jumat siang (5/6/2026). Lahan tebu milik seorang warga bernama Oktami yang terletak di RT 01 / RW 03, Dusun Kejuron, Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo, hangus dilalap si jago merah setelah api merembet dengan cepat di bawah terik matahari.

Peristiwa yang terjadi di tengah aktivitas harian warga ini sempat memicu kepanikan lantaran lokasinya yang berdampingan dengan area pemukiman. Beruntung, kesigapan warga setempat dan respon cepat dari aparat berwenang berhasil mencegah dampak yang jauh lebih fatal.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Pembakaran Sampah

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, petaka ini diduga kuat bermula dari tindakan kelalaian. Api disinyalir berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh salah seorang warga yang lokasinya tidak jauh dari batas perkebunan.

Hembusan angin yang cukup kencang ditambah kondisi daun tebu yang mulai kering membuat percikan api melompat, lalu dengan cepat menyulut tanaman tebu siap panen tersebut.

Melihat kobaran api yang kian membesar dan tak terkendali, salah seorang perangkat desa setempat bernama Indah langsung berinisiatif menghubungi pos pemadam kebakaran terdekat pada pukul 13.50 WIB guna meminta pertolongan darurat.

Respons Cepat Korps Pemadam Kebakaran

Mendapat laporan mendesak tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri di bawah komando Satpol PP langsung bergerak cepat. Satu unit armada truk pemadam berkapasitas 5.000 liter (AG 8156 EP) dari Pos Grogol bersama 4 personel berseragam lengkap langsung diterjunkan ke lokasi.

Menembus jalur lalu lintas siang itu, tim penjinak api berangkat tepat pukul 13.53 WIB dan berhasil tiba di titik lokasi kebakaran pada pukul 14.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung membentangkan selang dan berjibaku melakukan lokalisasi api agar tidak meluas ke pemukiman warga maupun sisa lahan pertanian lainnya.

“Proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan memprioritaskan penyekatan area agar api tidak semakin merembet ke lahan produktif di sekitarnya. Seluruh personel bekerja di lapangan dengan tetap mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelamatan,” ungkap Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2026)

Kerugian Materiil Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Perjuangan keras petugas pemadam kebakaran bersama warga akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku melawan amukan api selama kurang lebih lima jam, si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 19.08 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam peristiwa ini, dampak kerugian materiil yang dialami pemilik lahan terbilang cukup besar. Area lahan tebu seluas kurang lebih 3.000 meter persegi dilaporkan hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai Rp 70.000.000.

Kendati demikian, aksi cepat tanggap tim Damkar berhasil menyelamatkan sebagian aset tanaman tebu lainnya senilai kurang lebih Rp 35.000.000 dari amukan api.

Melalui kejadian ini, pihak berwenang kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan menghindari aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di dekat kawasan vegetasi kering atau lahan pertanian, demi mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *