Kediri,montera.co.id— Semangat berbagi dan kepedulian sosial menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, pada Senin (25/5/2026). Menjelang puncak perayaan Idul Adha, ratusan warga antre membawa berbagai peralatan tajam untuk diasah secara cuma-cuma. Kegiatan tahunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ponpes Lirboyo dan komunitas Indonesian Blades, bertujuan memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan lancar, efisien, dan sesuai syariat Islam.
Lebih dari Sekadar Mengasah: Menjaga Kualitas Ibadah
Kolaborasi ini lahir dari kesadaran bahwa ketajaman alat merupakan faktor krusial dalam penyembelihan hewan kurban. Pisau yang tumpul tidak hanya menyulitkan proses pemotongan daging, tetapi juga berpotensi menyebabkan hewan tersiksa, sehingga dapat mempengaruhi keabsahan ibadah dari sisi kasih sayang terhadap hewan (rahmatan lil ‘alamin).
Didik Eko Yuwono, perwakilan dari Indonesian Blades, menekankan bahwa layanan ini adalah bentuk dukungan nyata bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap peralatan yang digunakan tajam dan layak pakai. Dengan alat yang prima, proses penyembelihan menjadi lebih manusiawi sesuai syariat, dan pemotongan daging pasca-penyembelihan pun berjalan lebih efisien,” ujar Didik di lokasi kegiatan.
Warga membawa beragam jenis peralatan, mulai dari pisau sembelih khusus, pisau potong daging, kapak, hingga pisau sayat. Karena peralatan tersebut umumnya hanya digunakan setahun sekali, banyak yang kondisinya sudah tumpul akibat lama tersimpan. Layanan gratis ini menjadi solusi tepat bagi para panitia kurban dari berbagai masjid di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Sambutan Hangat Masyarakat: Praktis dan Membantu
Antusiasme warga terhadap program ini terlihat sangat tinggi. M Halim, Ketua Panitia Kurban Ponpes Lirboyo, mengungkapkan bahwa respons positif masyarakat selalu konsisten setiap tahunnya. Peralatan yang sebelumnya tidak terpakai karena tumpul, kini kembali berfungsi optimal berkat tangan-tangan terampil para pengasah dari Indonesian Blades.
Salah satu warga, M Mahcrus Ali Fikri, menyatakan rasa terbantunya atas kehadiran layanan ini. “Sangat membantu sekali. Kami tidak perlu repot mencari tempat asah atau bahkan terpaksa membeli peralatan baru. Cukup bawa ke sini, dan saat hari H pelaksanaan kurban, semua alat sudah siap dan tajam,” ungkapnya dengan lega.
Ratusan Alat Diasah Setiap Hari Selama Sepekan
Kegiatan asah pisau gratis ini telah berlangsung sejak 21 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 26 Mei 2026, atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Dalam kurun waktu tujuh hari tersebut, rata-rata 200 hingga 300 peralatan berhasil diasah setiap harinya.
Hingga akhir periode pelaksanaan, diperkirakan total peralatan yang telah diasah mencapai lebih dari 1.000 buah. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti konkret dari gotong royong dan kepedulian Ponpes Lirboyo bersama komunitas pedang nasional untuk menyempurnakan ibadah kurban umat Muslim di Kediri. Melalui langkah sederhana ini, nilai-nilai kebersamaan dan kemudahan dalam beribadah terus digaungkan kepada masyarakat luas.(Dan/Ali)







