Kediri, Montera.co.id– Sebuah babak penting dalam sejarah Persik Kediri resmi berakhir. Setelah mengabdi selama 11 musim, Faris Aditama dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad Macan Putih. Super League musim 2025/2026 menjadi musim terakhir kebersamaan pemain asli Kediri itu bersama klub yang telah membesarkan namanya.
Kepergian Faris bukan sekadar perpisahan antara pemain dan klub. Lebih dari itu, Persik Kediri kehilangan salah satu simbol loyalitas yang selama bertahun-tahun menjadi panutan di ruang ganti maupun di atas lapangan.
Manajemen Persik Kediri pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang sang pemain.
“Persik Kediri dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada Faris Aditama atas seluruh kerja keras dan pengabdiannya membantu klub meraih prestasi yang lebih baik di setiap musim,” tulis manajemen Persik Kediri.
Sosok Panutan Bagi Generasi Muda
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menilai Faris Aditama bukan hanya memberikan kontribusi lewat permainan, tetapi juga menjadi figur yang dihormati oleh para pemain muda.
“Faris Aditama merupakan sosok pemain yang tidak hanya menjadi panutan, tetapi juga teladan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Banyak pemain muda yang bergabung di Persik Kediri menjadikan Faris sebagai mentor, baik dari sisi teknis maupun sikap profesionalnya,” ujar Kuncara.
Menurutnya, karakter, dedikasi, dan kepemimpinan Faris menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang di lingkungan Persik Kediri.
Dua Periode Pengabdian Bersama Persik
Perjalanan Faris bersama Persik dimulai pada periode 2010 hingga 2015. Saat itu, pemain kelahiran 1988 tersebut turut memperkuat Persik Kediri dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015.
Setelah sempat merantau ke sejumlah klub di Indonesia, Faris kembali pulang ke Kediri pada musim 2018/2019.
Kepulangannya bertepatan dengan perjuangan Persik di Liga 2.
Momentum tersebut menjadi awal kebangkitan Macan Putih. Bersama Faris, Persik sukses menjuarai Liga 2 dan memastikan promosi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Saat kembali berlaga di Liga 1, ban kapten pun dipercayakan kepada Faris Aditama sebagai bentuk kepercayaan atas kepemimpinan dan pengalamannya.
Torehan Statistik dan Gol Bersejarah
Selama mengenakan jersey ungu kebanggaan Persik Kediri, Faris Aditama mencatatkan 111 penampilan di berbagai kompetisi. Ia menyumbangkan 9 gol serta 6 assist.
Pemain bernomor punggung 13 itu juga memiliki catatan konsisten. Sejak musim 2019/2020 hingga 2023/2024, Faris selalu berhasil mencetak setidaknya satu gol setiap musim. Pada musim 2024/2025, meski tidak mencetak gol, ia masih berkontribusi lewat satu assist.
Salah satu momen yang paling diingat terjadi pada pekan ke-33 Liga 1 musim 2023/2024. Saat menghadapi PSS Sleman, gol Faris sempat membawa Persik unggul 4-3, meski pertandingan akhirnya berakhir imbang 4-4.
Nama Faris Menjadi Bagian Sejarah Persik
Bagi Persik Kediri, 11 musim pengabdian Faris Aditama bukan sekadar angka. Catatan tersebut menyamai rekor salah satu legenda klub, Harianto, sekaligus menempatkan Faris sebagai salah satu pemain paling loyal dalam sejarah Macan Putih.
“Faris Aditama menghadirkan begitu banyak memori untuk Persik Kediri. Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan besar bisa bekerja sama dengan Faris Aditama,” kata Kuncara.
Ia menegaskan, nama Faris akan selalu menjadi bagian dari perjalanan emas Persik Kediri.
“Sebelas musim adalah waktu yang sangat panjang. Faris Aditama adalah simbol loyalitas, komitmen, dan semangat seorang pemain. Namanya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah emas Persik Kediri. Hanya klub legenda yang memiliki pemain legenda. Faris akan selalu memiliki tempat khusus di hati suporter dan klub,” pungkasnya.







