Serap Aspirasi Warga di Banjarmlati, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kediri Soroti Penataan PKL GOR Joyoboyo

Kediri,Montera.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri menggelar Reses Masa Persidangan Tahun 2026 dengan tema “Kolaborasi – Transformasi” di Gedung Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Reses tersebut dihadiri langsung Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.M. Kehadirannya untuk menyerap aspirasi dan mendengar langsung keluhan warga di tingkat kelurahan.

Lurah Banjarmlati, Andik Eko Guritno, S.H., dalam sambutannya menegaskan reses menjadi jembatan penting antara warga dan pemerintah. Menurutnya, forum ini adalah wadah strategis agar usulan pembangunan warga bisa masuk dalam perencanaan anggaran tahun mendatang.

“Seperti usulan kebutuhan Posyandu di wilayah kami sebelumnya, Alhamdulillah bisa terealisasi karena dikawal bersama. Makanya forum reses ini harus dimanfaatkan maksimal oleh warga,” ujar Andik.

Warga Keluhkan PKL dan Portal GOR Joyoboyo

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Salah satu warga, Bu Lely, Warga lingkungan Gondak, kelurahan Banjarmlati, menyoroti persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga: semrawutnya penataan pedagang kaki lima (PKL) dan akses jalan di kawasan GOR Joyoboyo.

Ia menyebut keberadaan rombong pedagang yang memakan bahu jalan ditambah adanya pembatas jalan (bolder/portal) di sisi utara GOR kerap memicu kemacetan. Warga yang hendak melintas antar-kelurahan pun harus memutar jauh.

“Saya usulkan pedagang bisa dilokalisasi ke area lapangan kosong biar tidak di bahu jalan. Terus portal di utara itu kalau bisa dibuka lagi, supaya akses kami lebih mudah,” keluh Bu Lely.

Jawaban Dewan: Cari Solusi Tengah

Menanggapi hal tersebut, Imam Wihdan Zarkasyi menjelaskan, DPRD bersama Pemkot Kediri terus mengkaji penataan kawasan GOR Joyoboyo secara komprehensif. Prinsipnya, fungsi utama GOR sebagai sarana olahraga dan ruang publik harus tetap terjaga, namun roda ekonomi pelaku UMKM juga tidak boleh dimatikan.

“Untuk penataan PKL dan pemanfaatan lahan, kami akan koordinasikan langsung dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kediri agar ada solusi penataan yang rapi dan manusiawi,” jelasnya.

Sementara terkait portal jalan, Imam mengungkapkan penutupan akses di sisi utara GOR Joyoboyo sebelumnya dilakukan atas dasar evaluasi kenyamanan dan keselamatan. Banyak warga yang berolahraga terganggu dengan lalu-lalang kendaraan bermotor yang kencang di dalam kawasan GOR.

Namun demikian, ia berjanji akan meninjau ulang kebijakan tersebut di lapangan.

“Kami paham ada kebutuhan mobilitas warga. Akan kami tinjau kembali bersama dinas terkait untuk mencari win-win solution, agar warga tetap aman berolahraga tapi akses konektivitas antar-kelurahan juga tetap lancar,” pungkas Imam.

Reses diakhiri dengan pencatatan seluruh aspirasi warga untuk dibawa ke sidang paripurna DPRD Kota Kediri sebagai bahan pokok pikiran pembangunan.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *