Libatkan TNI, Polri, BNN hingga Brimob, 30 WBP dan Petugas Jalani Tes Urine
Kediri,Montera.co.id — Lapas Kelas IIA Kediri memperketat pengawasan di lingkungan blok hunian. Razia gabungan bersama sejumlah Aparat Penegak Hukum (APH) digelar pada Selasa (22/9/2026), menyasar seluruh kamar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Blok A, B, dan C.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu melibatkan Kodim 0809/Kediri, BNN Kota Kediri, Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Subdenpom V/2-2 Kediri, serta Polres Kediri Kota.
Tiga Blok Digeledah
Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh. Petugas Lapas bersama personel gabungan memeriksa kamar hunian satu per satu untuk mendeteksi sedini mungkin adanya barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kegiatan dipimpin langsung Kalapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahardjo. Koordinator pelaksanaan yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Roqib Abror.
Sejumlah pejabat struktural Lapas Kediri juga turun langsung dalam razia tersebut, yakni Kasi Binadik Bambang Setiawan, Kasi Giatja Heru Sulistya, dan Kasi Adm. Kamtib Aryo Pratama W.K.
Untuk mempercepat proses pemeriksaan, petugas membagi tim penggeledahan menjadi tiga. Masing-masing tim dipimpin Bambang Setiawan, Heru Sulistya, dan Aryo Pratama W.K.
HP dan Narkoba Tak Ditemukan
Hasil penggeledahan menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun narkoba di seluruh kamar yang diperiksa.
Meski demikian, petugas tetap menemukan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Barang tersebut langsung diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Barang yang diamankan terdiri dari 9 sendok aluminium, 10 paku, 12 korek gas, 3 senjata tajam, 1 jarum/pinset, 3 set kartu remi, serta 1 set domino.
Temuan tersebut menjadi bagian dari catatan pengamanan Lapas Kediri dalam upaya mencegah masuk dan beredarnya benda-benda yang dapat disalahgunakan di dalam blok hunian.
30 WBP Jalani Tes Urine
Tak hanya penggeledahan, BNN Kota Kediri juga melakukan tes urine secara acak terhadap WBP di sejumlah kamar hunian.
Sebanyak 30 WBP menjalani pemeriksaan. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkotika.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap petugas Lapas. Hasil seluruh sampel petugas yang menjalani tes urine juga dinyatakan negatif.
Kalapas: Ini Bentuk Komitmen Bersama
Kalapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahardjo mengatakan, razia gabungan tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Lapas dan APH untuk memastikan kondisi di dalam Lapas tetap aman serta terbebas dari narkoba dan handphone ilegal.
“Kami bersinergi dengan TNI, Polri, dan BNN melalui razia gabungan serta tes urine di Blok A, B, dan C. Alhamdulillah, hasil penggeledahan tidak menemukan handphone maupun narkoba, dan seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif,” ujar Gatot.
Menurutnya, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan.
“Ini menjadi komitmen kami untuk terus menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
BNN Dorong Lapas Kediri Zero Narkoba
Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan, S.E., M.M., mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur APH dalam razia tersebut.
Menurut Yudha, kolaborasi lintas institusi diperlukan untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dalam razia gabungan ini sebagai bentuk komitmen bersama mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju Lapas Kediri yang zero narkoba,” kata Yudha.
Ia menambahkan, sinergi antara Lapas, TNI, Polri, dan BNN menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
“Sinergi antar-APH menjadi kunci dalam mencegah peredaran narkoba dan mewujudkan Lapas Kediri serta Kota Kediri yang Bersinar,” lanjutnya.
Perkuat Program Zero Halinar
Razia gabungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Kediri dalam mewujudkan Zero Halinar, yakni lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Langkah ini juga menjadi tindak lanjut terhadap 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Lapas Kediri memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten. Sinergi bersama APH akan diperkuat untuk menjaga kondisi Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif.
Dengan kondisi lingkungan yang terjaga, proses pembinaan terhadap WBP diharapkan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memastikan Lapas Kediri tetap menjadi ruang pembinaan yang aman dan terkendali.(Dan/Ali)







