Kediri,Montera.co.id–Suasana berbeda terlihat di Masjid Wakaf Jamsaren, Kota Kediri saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ratusan anak-anak hingga remaja tumpah ruah berebut uang yang disebar oleh pengurus masjid. Tradisi turun-temurun ini kembali digelar sebagai wujud syukur atas kelahiran Rasulullah.
Berebut Berkah diiringi Lantunan Shalawat
Dengan diiringi lantunan shalawat yang menggema, sejumlah takmir masjid tampak berdiri di lantai dua dan menyebar uang pecahan ke arah jamaah di bawahnya. Sontak, anak-anak yang sudah menunggu langsung berhimpitan, saling dorong, dan berebut untuk mendapatkan berkah tersebut.
Meski berdesak-desakan, raut bahagia terpancar dari wajah mereka. Tidak ada yang protes, semua larut dalam kegembiraan tradisi tahunan yang hanya ada saat Maulid Nabi ini.
Tradisi berebut uang ini memang menjadi ciri khas Masjid Wakaf Pesantren atau yang lebih dikenal dengan Masjid Wakaf Jamsaren setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Takmir Masjid Wakaf Jamsaren, Mahrus Mahali, mengatakan kegiatan ini sengaja dipertahankan sebagai bentuk syiar Islam yang ramah bagi anak-anak.
“Ini tradisi turun-temurun dari para pendahulu. Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur kita atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu sebagai syiar agama agar anak-anak cinta masjid,” ujar Mahrus Mahali, Takmir Masjid Wakaf Jamsaren, Senin (25/8/2026).
Menurutnya, dengan cara yang menyenangkan seperti ini, anak-anak akan lebih mengenal masjid sejak dini. Harapannya, mereka akan rajin beribadah dan masjid akan terus makmur dengan regenerasi jamaah baru.
Senang Dapat Rp 30 Ribu untuk Traktiran Teman
Tradisi ini pun disambut antusias oleh para remaja masjid. Salah satunya Kiki, remaja yang ikut dalam kerumunan tersebut.
Dia mengaku senang bisa mengikuti tradisi sebar uang yang hanya ada setahun sekali ini. Tahun ini, ia berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 30.000.
“Senang banget ikut rebutan, rame-rame sama teman. Tadi dapat sekitar 30 ribu, nanti mau buat beli makan bareng teman-teman,” kata Kiki sambil tersenyum menunjukkan uang yang didapatnya.
Tak Hanya Sebar Uang, Ada Pengajian Akbar
Pihak takmir menjelaskan, rangkaian peringatan Maulid Nabi di Masjid Wakaf Jamsaren tidak hanya diisi dengan tradisi sebar uang. Kegiatan juga diisi dengan pengajian akbar, pembacaan maulid diba’, dan shalawat bersama yang diikuti seluruh masyarakat sekitar.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa syiar Islam bisa dikemas dengan cara yang gembira, humanis, dan tetap menjaga nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal di Kota Kediri.(Dan/Ali)







