JAMNAS di Pesantren LDII: Satu Kayuhan, Seribu Saudara

Kediri,Montera.co.id – Jika biasanya akhir pekan di Kediri tenang dan ngangeni, Sabtu-Minggu ini beda. Kota ini mendadak jadi lautan sepeda.

Sebanyak 1.300 goweser dari Sabang sampai Merauke tumplek blek di Jambore Nasional #2 Mbah Man Gowes Sejagad (MGS) 2026. Dari plat B Jakarta-Bekasi yang gowes 5 hari nonstop, sampai plat DD Makassar dan goweser dari NTT yang menyeberang pulau demi satu tujuan: silaturahmi di Bumi Panjalu.

Pusatnya bukan di alun-alun biasa, tapi di Pondok Pesantren Wali Barokah – titik temu antara semangat spiritual dan semangat kemerdekaan. Pas dengan temanya tahun ini: “MAPAN Berbudaya”.
“Dua bulan kami siapkan. Ini bukan sekadar gowes, ini reuni akbar keluarga besar MGS untuk merayakan HUT ke-81 RI,” kata Ketua Panitia M. Nur Wicaksono.

Dua Rute, Satu Rasa Kediri

Panitia meracik rute bukan asal kayuh, tapi sengaja mengenalkan heritage Kediri:

1. FUN BIKE 20 KM – Rute Ngangeni
Rute santai untuk keluarga. Start dari Ponpes Wali Barokah, melintasi Sekartaji – Mrican, lalu checkpoint ikonik di Simpang Lima Gumul (SLG) – monumen kebanggaan yang mirip Arc de Triomphe-nya Kediri. Pulangnya, peserta disuguhi panorama sawah dan sungai Brantas.

2. ADVENTURE RIDE 35 KM – Rute Petualang Panjalu
Untuk yang haus tantangan. Jalur menanjak dari Semen, Sumberpodang, Kanyonan, Selopanggung hingga finish di Bukit Bintang. Dari atas sini, seluruh Kota Kediri terlihat – kota kerajaan Kediri yang sudah ada sejak abad ke-11.

Finish-nya? Panggung gembira, sarapan pecel tumpang khas Kediri bersama, dan doorprize di halaman pesantren.
Dilepas Langsung di Balai Kota
Puncaknya, Ahad pagi (23/8/2026), pelepasan Adventure Ride digelar di Halaman Balai Kota Kediri. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, melepas langsung dengan balutan makna.

“MAPAN itu bukan sekadar jargon. Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni. MGS ini wujud nyatanya – dari olahraga lahir SDM sehat, dari silaturahmi lahir gotong royong,” tutur Vinanda.

Ia pun berpesan: jangan cuma gowes, tapi nikmati Kediri. Mampir ke Tahu Takwa, sruput es cau, dan bawa pulang tenun ikat sebagai oleh-oleh.

JAMNAS #2 ini menutup dengan satu janji: sampai jumpa di JAMNAS #3 DI Yogyakarta.

Dari Kediri, untuk Indonesia. Satu kayuhan, seribu saudara.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *