Bukan Sekadar Ajang Tampil, Ini Cerita Perjuangan 40 Anak Muda di Panggung Panji Galuh Kediri 2026

Kediri, Montera.co.id–Sorot lampu Atrium Kediri Town Square pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, menjadi panggung pembuktian. Bukan sekadar gemerlap, atrium itu menjadi saksi bisu kerja keras 40 anak muda terbaik Kota Kediri yang bertarung di babak semifinal Pemilihan Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri 2026.

Sebanyak 20 Panji dan 20 Galuh tampil tanpa sisa. Mereka adalah yang terbaik setelah menyisihkan sekitar 70 pendaftar lain melalui seleksi ketat di Balaikota Kediri.

Bagi mereka, ini bukan sekadar ajang unjuk bakat. Ini adalah pertaruhan dari proses latihan yang panjang, melelahkan, dan penuh tekanan.

Saring 70 Pendaftar, 40 Semifinalis Adu Totalitas di Atas Panggung
Aura kompetisi begitu terasa sejak awal acara yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri bersama IKAPALU (Ikatan Panji Galuh) ini.

Satu per satu semifinalis naik ke panggung, menampilkan bakat terbaik yang telah mereka asah berbulan-bulan. Mulai dari public speaking, seni tari, hingga pertunjukan budaya, semua dikemas untuk mencuri perhatian dewan juri.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, yang hadir langsung menyaksikan, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para peserta.

“Kita tidak hanya melihat bakat, tetapi juga komitmen dan keseriusan yang luar biasa dari para peserta. Kegigihan mereka dalam mempersiapkan diri mencerminkan karakter kuat generasi muda yang siap memikul tanggung jawab besar sebagai motor penggerak pariwisata Kota Kediri,” tegas Bambang.

Cerita dari Balik Panggung: Demi Kediri

Di balik gemerlap panggung, ada cerita tentang dedikasi yang tak main-main.

Krisnorik, salah satu semifinalis Panji, mengaku telah menguras seluruh energi dan waktunya agar penampilannya matang sempurna. Ia tak mau tampil setengah-setengah.

“Saya tidak ingin setengah-setengah. Harapannya tentu lolos, karena motivasi terbesar saya adalah bisa berkontribusi nyata untuk pariwisata Kediri. Perjalanan sampai di titik ini butuh fokus penuh,” ujarnya mantap usai tampil.

Semangat serupa datang dari Rima, semifinalis Galuh yang mencuri perhatian. Demi memberikan kesan mendalam, ia berani menantang diri sendiri dengan menggabungkan tiga disiplin seni sekaligus.

“Persaingan sangat ketat, jadi persiapannya pun harus ekstra maksimal. Saya mencurahkan segalanya untuk menyiapkan penampilan khusus yang menggabungkan wayang, tari, dan teater,” kata Rima penuh antusias.

Menuju Grand Final: Hanya 10 Pasang Terbaik yang Lolos
Perjalanan belum usai. Usai penampilan memukau di Kediri Town Square ini, tim juri akan bekerja keras menentukan 10 pasang finalis terbaik.

Mereka yang terpilih sebagai 10 pasang finalis Panji Galuh Kota Kediri 2026 dinilai paling siap, paling gigih, dan paling berkarakter untuk melaju ke babak Grand Final.

Sepuluh pasang tersebut selanjutnya akan menjalani masa karantina dan pembekalan intensif sebelum akhirnya bertarung di malam penobatan Duta Wisata Panji & Galuh Kota Kediri 2026.

Siapakah yang akan menjadi wajah baru pariwisata Kota Kediri?

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *