Kediri,Montera.co.id– Musim kompetisi Super League 2025/2026 menandai babak penutup bagi salah satu pilar pertahanan Persik Kediri, Vava Mario Yagalo. Setelah enam musim mengenakan jersey ungu kebanggaan Maung Kuning, bek tangguh ini resmi mengakhiri perjalanannya bersama klub asal Kota Tahu tersebut.
Keputusan ini bukan sekadar pergantian pemain, melainkan sebuah penghormatan atas dedikasi panjang seorang putra daerah yang pulang untuk membangun kejayaan timnya.
Pulang Kampung Setelah Petualangan Luar Negeri
Bagi penggemar sepak bola Kediri, nama Vava Mario Yagalo bukanlah orang asing. Lahir dan besar di Kediri, Vava justru memulai karir profesionalnya jauh dari kampung halaman. Perjalanan sepak bolanya dimulai dengan petualangan berani ke Uruguay, di mana ia bergabung dengan SAD Indonesia pada periode 2009-2012.
Hampir satu dekade Vava menghabiskan waktu menimba ilmu di berbagai klub di luar Kediri dan bahkan luar negeri. Namun, takdir membawa sang bek kelahiran 1993 itu kembali ke akar rumputnya pada tahun 2020. Saat itu, Persik Kediri baru saja meraih tiket promosi ke Liga 1 setelah menjadi juara Liga 2, dan mereka membutuhkan sosok berpengalaman seperti Vava.
Bangkit dari Masa Sulit Menjadi Inspirasi Tim
Kembalinya Vava ke Persik Kediri tidak serta merta berjalan mulus. Dua musim pertama (2020-2022) adalah periode penuh tantangan bagi tim dan pemain secara individu. Namun, ketangguhan mental Vava menjadi kunci. Ia tidak menyerah, melainkan terus berjuang membuktikan diri.
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menilai kontribusi Vava melampaui sekadar statistik di atas kertas.
“Vava pertama kali datang dengan membawa banyak pengalaman, membantu Persik Kediri mengarungi banyak tantangan. Enam musim bukan waktu yang singkat, Persik Kediri bangga memiliki pemain seperti Vava,” ujar Kuncara.
Kuncara menambahkan bahwa Vava adalah sosok yang tidak pernah berhenti berjuang. “Dia telah membuktikan dengan kerja keras, seorang pemain bisa bangkit dan memperlihatkan performa terbaik. Vava menjadi sosok yang memberi inspirasi, dan bagian penting dari perjalanan tim pada saat-saat sulit.”
Statistik dan Momen Ikonik: Gol Tanpa Selebrasi
Selama enam musim berseragam Persik Kediri, Vava mencatatkan total 70 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan 4 gol. Meski tugas utamanya adalah mengamankan lini pertahanan sebagai bek tengah atau bek kanan, gol-gol Vava selalu memiliki cerita tersendiri.
Salah satu momen paling berkesan terjadi pada 11 Mei 2025, dalam laga melawan Arema FC. Gol yang dicetak Vava saat itu menjadi pembuka jalan bagi kemenangan telak Persik Kediri dengan skor 3-0.
Namun, yang lebih diingat publik bukan hanya nilai gol tersebut, melainkan sikap ksatria Vava. Untuk menghormati para korban tragedi Kanjuruhan, Vava memilih tidak melakukan selebrasi usai mencetak gol. Sikap ini menunjukkan kedewasaan dan empati seorang atlet yang memahami konteks sosial di sekitarnya.
Ucapan Terima Kasih dan Doa Terbaik
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, manajemen Persik Kediri menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Vava Mario Yagalo. Komitmen, kerja keras, dan loyalitasnya selama enam tahun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah klub.
“Kami di Persik Kediri, dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada Vava. Kerja keras, komitmen, dan dedikasi Vava selama di Persik Kediri akan selalu menjadi bagian dari sejarah Persik Kediri. Kami mendoakan yang terbaik untuk karir Vava ke depan,” pungkas Kuncara.
Dengan berakhirnya kontrak di musim 2025/2026, halaman baru akan terbuka bagi Vava. Namun, jejak langkahnya di stadion Brawijaya akan tetap dikenang sebagai simbol ketangguhan dan cinta terhadap klub lokal.(Dan/Ali)







