Mediasi Buntu, Bandar Arisan Bodong Berinisial ‘Y’ Diamankan Polisi di Tengah Amuk Massa Kediri

Kediri,Montera.co.id– Ketegangan mewarnai wilayah Kediri usai dugaan kasus arisan dan investasi bodong yang melibatkan puluhan korban kembali mencuat. Upaya mediasi yang digelar sejak Kamis pagi di kediaman terduga pelaku berinisial Y berakhir tanpa titik temu. Gagalnya negosiasi tersebut memicu tindakan tegas aparat kepolisian, yang akhirnya mengamankan Y menggunakan mobil patroli untuk menghindari eskalasi konflik dengan massa yang kian memanas.

Mediasi Memanas, Polisi Lakukan Evakuasi Darurat

Proses mediasi yang dijembatani oleh Pemerintah Desa Kandat dan Polsek Kandat awalnya berjalan dengan pendekatan humanis di rumah Y. Namun, hingga sore hari, tidak ada kesepakatan tertulis yang mampu memuaskan puluhan korban—sebagian besar ibu-ibu rumah tangga—yang menuntut kejelasan atas uang mereka yang nilainya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang.

Kepala Dusun Kartosari, Darmawan Afandi, membenarkan bahwa pihak desa telah berupaya maksimal mencari jalan tengah. “Kami dari Pemdes Kandat sudah berupaya memediasi antara terduga pelaku dan korban. Namun, dalam langkah mediasi ini, kita tidak mencapai kata sepakat,” ujar Darmawan setelah memantau situasi sejak pagi.

Melihat situasi yang stagnan dan potensi amuk massa yang mengancam keamanan lingkungan, Polsek Kandat segera mengambil inisiatif. Y dievakuasi dari rumahnya dan langsung dimasukkan ke dalam mobil petugas untuk diamankan menuju Polres Kediri di Pare.

Kesaksian Korban: Modus Slot Fiktif dan Rekayasa Data

Salah satu korban yang hadir dalam mediasi, G, membongkar modus operandi yang diduga dijalankan oleh Y. Awalnya, arisan tersebut berjalan normal layaknya kelompok arisan ibu-ibu pada umumnya. Namun, kejanggalan mulai muncul berupa manipulasi data dan nomor undian.

G mengungkapkan temuan mengejutkan terkait rekayasa pemenang arisan. “Ternyata ketemu lagi bahwa dari arisan yang sudah berjalan tujuh kali, empat di antaranya fiktif atau pemenangnya adalah milik Mbak Y sendiri. Yang riil mendapat giliran cuma dua orang. Jadi kalau arisan ini mau diteruskan, rasanya sangat berat,” ungkap G dengan nada kecewa.

Kerugian yang dialami para korban bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah. Modus penipuan Y ternyata tidak hanya sebatas arisan online, tetapi juga merambah ke investasi titip modal usaha kuliner hingga pinjaman personal.

Imbauan Polisi: Segera Laporkan Diri ke Polres Kediri

Menanggapi insiden tersebut, Kapolsek Kandat, IPTU Abdul Aziz, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengamanan Y ke Polres Pare merupakan prosedur standar untuk memastikan penanganan kasus berjalan terpusat dan aman. Hal ini mengingat sebaran peserta arisan diduga meluas di berbagai wilayah Kediri.

“Kami sarankan penyelesaian perkara ditangani di Polres. Sementara di Polsek belum ada laporan resmi, karena peserta arisan dan lokasi pembayarannya tersebar di beberapa tempat,” terang IPTU Abdul Aziz.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, khususnya korban lain dari skema arisan yang dikelola Y, untuk segera melapor secara resmi ke Polres Kediri. Korban diminta membawa bukti transaksi atau buku arisan yang sah sebagai alat bukti. Meski proses hukum tetap terbuka, polisi menyatakan akan tetap mengawal jika ada upaya penyelesaian hak secara kekeluargaan di kemudian hari.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *