Desainer Internasional Terpesona Tenun Ikat Kediri: Kolaborasi Menuju Panggung Fashion Dunia  

Kediri,Montera.co.id– Tari Golek Gonjing Miring menyambut hangat rombongan desainer internasional di sentra Tenun Ikat Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (5/6/2026). Kunjungan yang difasilitasi Universitas Ciputra Surabaya ini mempertemukan perajin lokal dengan desainer dari Eropa, Malaysia, Taiwan, Thailand, Singapura, China, hingga Jepang.

Desainer Eropa hingga Asia Puji Proses dan Cerita di Balik Tenun Ikat  

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tenun Ikat Bandar Kidul jadi tuan rumah. Sugiyanto, perwakilan Pokdarwis, mengaku bangga karyanya dilirik pasar global.

“Alhamdulillah kita kedatangan tamu dari desainer handal Eropa, Malaysia, sampai Taiwan. Mereka tertarik dan mengapresiasi motif serta bahan tenun kita. Ini peluang agar tenun ikon Kota Kediri bisa disandingkan dengan produk fashion internasional,” ujarnya.

William, desainer asal Thailand, mengaku terkesan dengan proses tenun yang memakan waktu hingga 14 hari. “Mereka impressed dengan perpaduan kain tradisional dan model baju kontemporer di fashion show tadi. Something new buat mereka. Banyak yang langsung beli,” kata William.

Universitas Ciputra: AI Bantu Desainer, Tapi Tak Gantikan Ide Manusia  

Dekan School of Creative Industry Universitas Ciputra, Susan, S.T., M.T., Ph.D., menilai kekuatan tenun Kediri ada pada story behind dan prosesnya.

“Ketika tenun di-mix dengan kain modern, pertemuan tradisional dan kontemporernya luar biasa. AI seharusnya jadi alat bantu desainer, bukan menggantikan. Ide dan proses tetap dipegang desainer. AI bisa bantu mix and match atau penyempurnaan pattern,” jelas Susan.

Ia menambahkan, PR terbesar tenun Kediri saat ini adalah branding dan channel internasional. “Produknya sudah luar biasa, bahkan sudah ekspor. Tapi perlu diperkuat lagi supaya lebih dikenal. Kami di Surabaya saja baru tahu potensi sebesar ini.”

Camat Mojoroto Dorong Sekolah Tenun, Cegah Krisis Regenerasi

Camat Mojoroto, ABDUL RAHMAN, SH., M.Si., menyebut kunjungan ini bentuk nyata “Kediri Tourism”. Ia khawatir pengrajin tenun makin sepuh tanpa regenerasi.

“Harapan kami ada sekolah tenun untuk Kota Kediri. Lokasi sudah diminta di pintu masuk GOR Kota Kediri, pakai ruko kosong sebelah kiri. Proposal dari Pokdarwis sudah ada, tinggal dibahas Pemkot dan DPRD,” tegasnya.

Konsep sekolah tenun akan seperti last lesson mulai SD hingga SMP. “Bentuk kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Yang berminat menenun silakan jadi siswa. Jangan sampai kita kehabisan pengrajin,” tambah Abdul Rahman.

DPRD Kota Kediri: Perda Ekonomi Kreatif Segera Disahkan untuk Payung Hukum

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, IMAM WIHDAN ZARKASYI, ST., MM., menyatakan legislatif siap mendorong.

“Kita sudah bahas Perda Pelestarian Budaya dan Perda Ekonomi Kreatif. Insyaallah tahun ini disahkan. Dengan perda, kita punya payung hukum untuk menganggarkan dan memaksa lembaga terlibat,” katanya.

Imam menyebut rombongan tamu berasal dari jaringan kampus luar negeri mitra Ciputra: Melbourne, Singapura, Taiwan, China, hingga Universiti Tunku Abdul Rahman Malaysia. “Mereka kaji budaya dan ingin bawa tenun Indonesia ke luar dengan sentuhan kontemporer. Mereka bangga, di tengah modernisasi dan AI, Indonesia masih menjaga handmade.”

Kadin: Siapkan Kolaborasi Lanjutan, Bawa Tenun ke Kampus Luar Negeri  

Ketua Kadin Kota Kediri, Novianti Handayani, memastikan pihaknya ikut support penuh.

“Kita sudah diundang ke Ciputra untuk apresiasi karya mahasiswa. Ke depan akan ada kerja sama lanjutan. Desainer bawa tenun ikat sampai luar negeri. Kita jaga agar tenun Kediri tidak mati,” ucap Novianti.

Ia menekankan, meski tenun ada di daerah lain, Kediri harus berupaya jadi pusatnya. “Sudah ngobrol dengan Pak Camat. Generasi muda harus kenal tenun ikat. Ini khas Kota Kediri.”

Tenun Ikat Bandar Kidul: Dari Gg. XI Menuju Catwalk Internasional  

Berlokasi di Jl. KH. Agus Salim Gg. XI/25, Kelurahan Bandar Kidul, sentra tenun ini kini tak hanya produksi, tapi juga destinasi wisata edukasi. Dengan dukungan kampus, pemerintah, legislatif, dan Kadin, tenun ikat Kediri bersiap naik kelas: dari warisan budaya menjadi komoditas fashion global, tanpa kehilangan jiwanya. Universitas Ciputra.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *