Kediri ,Montera.co.id– Ribuan peserta dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memadati kawasan Masjid Agung An-Nuur Pare, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (16/5/2026). Kehadiran massal ini dalam rangka mengikuti kegiatan jalan sehat “Mamamia” guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh peserta dari berbagai satuan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Taman Posyandu (Tapos), hingga Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Pare.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar Masjid Agung An-Nuur Pare sudah tampak penuh warna. Anak-anak yang didampingi oleh orang tua serta guru pendamping kompak mengenakan pakaian olahraga warna-warni yang menyemarakkan suasana.
Adapun rute jalan sehat ini dimulai dari halaman Masjid Agung An-Nuur Pare, melintasi Jalan Puhrejo, berbelok menuju Jalan PB Sudirman, dan kembali finish di titik awal keberangkatan.
Sarana Memperkuat Parenting dan Silaturahmi
Ajang tahunan ini bukan sekadar kegiatan olahraga bersama, melainkan menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan emosional antara guru, orang tua, dan anak-anak usia dini.
Kepala Bidang PAUD PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Terpadu Kecamatan Pare yang dinilai sukses mengimplementasikan esensi Hardiknas.
“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada PKG PAUD Terpadu Kecamatan Pare yang sudah mengimplementasikan secara nyata peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan usia dini,” ujar Abdul Kholiq di lokasi acara.
Kholiq berharap, melalui kegiatan ini komunikasi parenting antara orang tua dan pihak sekolah dapat berjalan lebih selaras demi mendukung lahirnya pendidikan bermutu bagi anak usia dini di Kabupaten Kediri.
Kecamatan Pare Jadi Percontohan PAUD di Kabupaten Kediri
Lebih lanjut, Abdul Kholiq menyebutkan bahwa Kecamatan Pare merupakan salah satu wilayah yang paling aktif dan inovatif dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan anak usia dini. Ia berharap kesuksesan agenda di Pare ini dapat direplikasi oleh kecamatan-kecamatan lain di Kediri.
“Harapan kami PKG lain di seluruh Kabupaten Kediri bisa mencontoh kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Di samping mengapresiasi kemeriahan acara, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang sedang digencarkan pemerintah daerah.
Atasi ATS, Disdik Kediri Luncurkan Program ‘Satu Guru Mencari Satu ATS’
Berdasarkan data terkini, saat ini tercatat ada sekitar 6.000 anak yang masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) dari total keseluruhan sekitar 11.550 anak yang terdata di Kabupaten Kediri.
Guna menekan angka tersebut, Dinas Pendidikan meluncurkan program inovatif bertajuk “Satu Guru Mencari Satu ATS”.
“Nanti guru-guru akan dilibatkan mendatangi keluarga yang berpotensi ATS agar angka anak tidak sekolah bisa ditekan semaksimal mungkin,” jelas Kholiq memaparkan strategi dinas.
Selain penanganan ATS, tantangan lain yang dihadapi adalah menggenjot tingkat partisipasi sekolah untuk anak usia 5-6 tahun yang saat ini berada di angka 98 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut bisa menyentuh 100 persen demi mewujudkan program wajib belajar 13 tahun.
Diikuti 8.000 Peserta, PKG Pare Ingatkan Bahaya Kecanduan Gadget
Sementara itu, Ketua PKG Kecamatan Pare, Hudaya Salamatin, mengungkapkan bahwa jalan sehat Mamamia ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinanti. Pada tahun 2026 ini, tercatat sekitar 8.000 peserta dari 94 lembaga pendidikan usia dini turut ambil bagian.
“Alhamdulillah setiap tahun pesertanya tetap ramai. Ada sekitar 8.000 peserta dari TK, KB, SPS, Tapos, dan RA,” kata Hudaya.
Di era digital yang berkembang pesat ini, Hudaya juga menyelipkan pesan penting kepada para wali murid mengenai tantangan pola asuh anak modern, khususnya terkait penggunaan gawai (gadget).
“Harapan kami orang tua selalu mendampingi anak. Karena sekarang tantangannya anak-anak mudah kecanduan HP,” tegasnya.
Sebagai langkah preventif, pihak sekolah bersama PKG Pare secara berkala menggelar kegiatan parenting untuk mengedukasi orang tua tentang batasan penggunaan gawai serta pentingnya memberikan stimulasi berupa permainan fisik yang menarik bagi anak di rumah.(Dan/Ali)







