Pengukuhan Dekopinda Kota Kediri: Dari Pemetaan Masalah Hingga Benteng Hadapi Rentenir

Kediri,Montera.co.id – Suasana Insumo Kediri Convention Center (IKCC) tampak penuh kehangatan pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Momen tersebut menjadi milestone penting bagi perjalanan koperasi di Kota Tahu: pengukuhan pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri masa bakti 2025–2030 sekaligus Tasyakuran Hari Koperasi (Harkop) ke-79.
​Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dekopinwil Jawa Timur, H. Slamet Sutanto, S.E., M.M., dan dihadiri jajaran pengurus Dekopinda se-Kediri Raya, pimpinan perguruan tinggi, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.

​Di balik kemeriahan acara tersebut, terselip pesan mendalam tentang arah perjuangan ekonomi rakyat di tengah arus modernisasi.

Memeluk Koperasi Akar Rumput, Bukan Mematikannya
​Usai dikukuhkan sebagai Ketua Dekopinda Kota Kediri, Dra. Firdaus menyampaikan refleksi jujur mengenai tantangan organisasi yang dipimpinnya. Menurut Firdaus, hadirnya berbagai kebijakan baru dan proyek strategis nasional tidak boleh menggeser keberadaan koperasi yang sudah lebih dulu tumbuh bersama masyarakat.

​Ia mengingatkan kembali rekam jejak puluhan koperasi yang lahir dari perjuangan warga, mulai dari 46 Koperasi Wanita (Kopwan), 11 Kopwan Sah, hingga Koperasi RW. Sebagian besar wadah ini diinisiasi sejak era hibah Gubernur Pakde Karwo dan terus dihidupi oleh kalangan senior.

​”Gerakan koperasi yang sudah ada harus bisa kita rawat dan jaga, tidak langsung dimatikan. Kita harus tahu apa permasalahan di dalamnya sebagai wadah yang menampung aspirasi,” tegas Firdaus.

​Firdaus menambahkan, pendampingan yang sabar jauh lebih dibutuhkan dibanding menuntut adaptasi teknologi secara drastis bagi para pengurus senior.

​Bagaimanapun, daya tahan koperasi telah teruji. Saat gelombang pandemi Covid-19 menghantam, gerakan koperasi bersama UMKM menjadi benteng pertahanan terakhir—membantu warga mencukupi kebutuhan harian, membiayai sekolah anak, hingga menyelamatkan mereka dari jeratan rentenir atau ‘bank pipel’.

Merangkul Generasi Muda di Tengah Tingginya Syarat Modal
​Tantangan lain yang tak kalah krusial adalah regulasi pendirian koperasi baru yang mensyaratkan modal minimal Rp500 juta. Angka ini dinilai cukup memberatkan bagi anak-anak muda yang ingin mulai berkoperasi.

​Tak hilang akal, Dekopinda Kota Kediri mengambil strategi kolaboratif: merangkul generasi muda untuk masuk ke dalam ekosistem koperasi yang sudah berjalan. Pengurus BEM, Koperasi Mahasiswa (Kopma), hingga Koperasi Siswa (Kopsis) dari SMK 1 dan SMK 2 diundang untuk terlibat langsung.

​”Anak-anak muda ini hidup di lingkungan masyarakat. Kita ajak mereka masuk ke koperasi yang ada agar mereka paham fenomena berkoperasi secara langsung, serta merasakan manfaat nyata dari nilai gotong royong dan iuran anggota,” jelas Firdaus.

3 Tantangan Besar dan Strategi Pemetaan Dekopinwil Jatim
​Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jatim, H. Slamet Sutanto, memberikan catatan kritis sekaligus motivasi bagi kepengurusan baru. Slamet menguraikan tiga tantangan utama gerakan koperasi saat ini:
​Dinamika Regulasi: Aturan hukum perkoperasian serta implementasi program strategis nasional (seperti KD/KMP) yang masih memerlukan evaluasi berkelanjutan agar benar-benar berpihak pada gerakan rakyat.

​Persaingan Industri: Koperasi berfondasi gotong royong harus berani bersaing dengan sektor swasta yang disokong modal besar, SDM profesional, dan sistem matang.

​Digitalisasi: Kecepatan adaptasi teknologi digital menjadi syarat mutlak agar koperasi tidak tertinggal dari pilar ekonomi lainnya.

​Sebagai langkah konkret, Slamet menginstruksikan Dekopinda Kota Kediri segera melakukan pemetaan (mapping) berbasis kelompok unsur, seperti KSP, KUD, Kopwan, dan KPRI. Pemetaan ini diharapkan bisa memotret akar masalah secara presisi sebelum merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

​Melalui sinergi antara kepemimpinan yang mengayomi, pelibatan anak muda, dan pemetaan masalah yang akurat, Dekopinda Kota Kediri optimistis mampu membawa gerakan koperasi tetap relevan, berdaya saing, dan terus menjadi sandaran ekonomi warga.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *