Lahan Tebu Dekat Sekolah di Plosoklaten Kediri Terbakar, Senilai Rp168 Juta Berhasil Diselamatkan

Kediri,Montera.co.id— Kebakaran lahan tebu sempat memicu kepanikan di kawasan Dusun Plosokidul, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Rabu (2/9/2026) pagi. Kobaran api yang membesar cepat lantaran terpaan angin kencang sempat mengancam bangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri yang lokasinya bersebelahan.

​Berkat respons cepat tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri, api berhasil dikuasai sebelum menyentuh bangunan sekolah.

​Berawal dari Pembakaran Daduk Kering
​Insiden ini bermula saat sejumlah pekerja sibuk membersihkan lahan tebu milik warga setempat, Ahmad Hariadi. Seperti biasa, sisa daun tebu kering atau daduk dikumpulkan lalu dibakar.

​Namun, kondisi cuaca dan hembusan angin yang mendadak kencang membuat kobaran api tidak terkendali. Dalam hitungan menit, api merembet cepat mendekati area Sekolah Rakyat Terintegrasi I.

​Melihat situasi makin membahayakan, seorang warga bernama Zheri Subaktiar langsung menghubungi layanan pemadam kebakaran pada pukul 09.17 WIB.

​Respon Cepat Tim Damkar Gabungan
​Menerima laporan darurat tersebut, Tim Damkar Pos Pare bergerak cepat menuju lokasi kejadian pada pukul 09.21 WIB dan tiba sekitar 34 menit kemudian.

​Mengingat area yang terbakar cukup luas dan berdekatan dengan fasilitas pendidikan, penanganan dilakukan secara masif.

​Dua armada tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dari Pos Pare dan Pos Grogol dikerahkan, didukung oleh 10 personel damkar yang bahu-membahu menjinakkan si jago merah.

Api Berhasil Dipadamkan, Aset Ratusan Juta Terselamatkan
​Proses pemadaman berlangsung sekitar dua setengah jam hingga api benar-benar padam dan area dinyatakan aman (pendinginan) pada pukul 12.30 WIB.

​Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Meskipun kerugian material akibat tebu yang hangus diperkirakan mencapai Rp56 juta, aksi cepat petugas berhasil menyelamatkan aset lahan tebu dan bangunan di sekitarnya dengan taksiran nilai mencapai Rp168 juta.

​Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengapresiasi kepekaan warga yang langsung melapor serta kesiapsiagaan para petugas di lapangan sehingga dampaknya tidak meluas ke fasilitas umum.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *