Kediri,montera.co.id– Persik Kediri tengah memfokuskan perbaikan di sektor pertahanan menjelang laga pekan ke-10 BRI Liga 1 melawan Persita Tangerang. Evaluasi mendalam dilakukan pelatih dan tim teknis menyusul sejumlah gol yang kemasukan dinilai terlalu mudah didapat lawan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan bahwa lini belakang menjadi prioritas utama perbaikan tim saat ini.
Lini Belakang Jadi Pekerjaan Rumah Utama
Dalam sesi latihan yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Rabu (15/4), Marcos mengakui bahwa kerapuhan di pertahanan menjadi salah satu penyebab tim belum mendapatkan hasil maksimal.
“Salah satu hal yang membuat kami mengalami masalah musim ini adalah di sektor pertahanan. Kami kebobolan gol-gol yang sangat mudah yang seharusnya bisa dihindari jika kami melakukannya dengan baik,” ujar Marcos Torres usai memimpin latihan.
Pelatih asal Spanyol ini menambahkan, seluruh skuad terus bekerja keras di sesi latihan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan individu maupun tim, terutama setelah dua laga terakhir belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Butuh Dukungan Suporter di Stadion Brawijaya
Selain pembenahan teknis di lapangan, Marcos juga menekankan pentingnya dukungan suporter alias Macan Putih Mania. Menurutnya, atmosfer positif di stadion sangat krusial untuk membakar semangat pemain saat bertanding.
“Kami membutuhkan semua orang hadir di stadion. Kami membutuhkan fans untuk mendorong dan membantu kami, karena ini adalah pertandingan yang sangat penting. Para pemain membutuhkan energi dari mereka,” tegasnya.
Persik Kediri bertekad keras untuk mengamankan tiga poin penuh di kandang demi memperbaiki posisi di klasemen sementara
Waspadai Gaya Main Persita yang Berbeda
Di sisi taktis, tim asuhan Marcos juga sedang mempelajari karakter permainan lawan. Berbeda dengan dua lawan sebelumnya yang cenderung bermain bertahan ketat (low block), Persita Tangerang diprediksi akan tampil lebih agresif.
“Kami menghadapi tim yang bagus, dengan pemain dan pelatih yang berkualitas. Mereka mungkin tidak hanya bertahan, tapi juga mencoba merebut bola dan menguasai permainan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Persik harus siap menghadapi pertandingan yang lebih terbuka dan dinamis.(Dan/Ali)







