Dua Warga Kabupaten Kediri Jadi Penumpang KMP Virgo yang Terbalik, Keluarga di Manggis Masih Menanti Kabar

Try Sutrisno dan Aditya Firmansyah Berangkat Ekspedisi ke Banjarmasin, Komunikasi Terputus hingga Keluarga Dapat Kabar Kapal Kecelakaan

Kediri,Montera.co.id— Bukan hanya Kota Kediri yang menanti kabar warganya setelah kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Dua warga Kabupaten Kediri, Try Sutrisno (30) dan Aditya Firmansyah (20), juga belum diketahui keberadaannya setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di sekitar perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Senin (14/9/2026) siang, suasana haru terasa di Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Rumah keluarga Try dan Aditya menjadi tempat berkumpulnya kerabat yang datang untuk menunggu kabar terbaru dari proses pencarian.

Rumah Berjarak Sekitar 100 Meter
Kedua pemuda tersebut ternyata tinggal tidak jauh satu sama lain. Rumah Try dan Aditya hanya berjarak sekitar 100 meter, meski berada di gang yang berbeda dari jalan raya.

Kepala Desa Manggis Pinawati membenarkan bahwa terdapat dua warganya yang hingga Senin siang masih dinantikan kabarnya setelah kecelakaan kapal tersebut.

“Untuk update informasinya sampai saat ini kami dan pihak keluarga masih menunggu informasi dari Basarnas di Banjarmasin maupun di daerah kami,” kata Pinawati saat ditemui Senin (14/9/2026).

Berangkat untuk Pekerjaan Ekspedisi
Try diketahui tinggal di RT 2 RW 1 Dusun Nanas, sedangkan Aditya merupakan warga RT 1 RW 1 Dusun Nanas, Desa Manggis.

Menurut informasi yang diterima pemerintah desa, keduanya berangkat untuk menjalankan pekerjaan di bidang ekspedisi dengan tujuan Banjarmasin.
Try bekerja sebagai sopir truk tronton. Sementara Aditya ikut dalam perjalanan tersebut sebagai kernet.

Aditya Berangkat Lebih Dulu dari Kediri
Perjalanan keduanya dimulai dari Kediri. Aditya berangkat lebih dulu pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan bus.

Dari Kediri, ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Surabaya pada sore hari menjelang Magrib. Di sisi lain, Try sudah menunggu di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Setelah bertemu, keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan truk tronton yang membawa muatan paket ekspedisi menuju Banjarmasin. Truk tersebut kemudian ikut dalam pelayaran menggunakan KMP Virgo Transport 8.


Komunikasi Terputus, Keluarga Mulai Cemas
Kabar dari keduanya kemudian terputus. Keluarga mulai merasa khawatir setelah tidak mendapatkan komunikasi hingga Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Hingga sekitar pukul 04.00 WIB, komunikasi juga belum tersambung.

Kecemasan keluarga semakin besar setelah mereka memperoleh informasi mengenai kecelakaan kapal. Informasi tersebut didapat dari teman serta siaran langsung yang beredar mengenai kejadian KMP Virgo Transport 8.

Sejak saat itu, keluarga terus berusaha mencari informasi mengenai keberadaan Try dan Aditya.

Keluarga Masih Menunggu Kabar Resmi
Ratna Sri Astutik, keluarga Aditya, mengatakan hingga Senin siang belum ada kabar langsung mengenai keberadaan keduanya.

“Setelah itu sudah tidak ada komunikasi. Kami kemudian mendapat informasi dari teman dan juga melihat siaran langsung terkait kejadian kapal tersebut,” kata Ratna.

Informasi awal yang diterima keluarga menyebut kapal mengalami musibah di tengah perjalanan. Kondisi cuaca buruk juga disebut dalam informasi awal yang beredar mengenai kejadian tersebut.

Namun, keluarga memilih menunggu informasi resmi dari tim pencarian dan pihak berwenang sebelum mengambil kesimpulan mengenai kondisi keduanya.
Desa Terus Berkoordinasi dengan Basarnas
Pemerintah Desa Manggis juga ikut memantau perkembangan pencarian.

Pinawati mengatakan pihak desa dan keluarga terus berkoordinasi dengan Basarnas Banjarmasin untuk memperoleh informasi terbaru.

“Dari pagi kami berkoordinasi dengan pihak keluarga. Keluarga pun juga sangat berharap kedua keluarga ini bisa bertemu dan dalam keadaan selamat,” ungkap Pinawati.

Harapan tersebut juga menjadi doa bersama warga Desa Manggis.

“Harapan kami dan semua keluarga, bahkan kami sedesa Manggis, berharap semoga berita atau update informasi segera kami peroleh. Semoga berita yang kami peroleh berita yang menyenangkan bagi kami, yaitu dua orang warga kami segera bisa ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” tuturnya.

Kerabat Berkumpul Sambil Menunggu
Di tengah ketidakpastian, rumah keluarga di Dusun Nanas masih dipenuhi kerabat. Mereka datang bukan membawa jawaban, melainkan untuk menemani keluarga dan saling menguatkan.

Setiap kabar yang datang dari pihak berwenang menjadi perhatian. Harapan keluarga tetap sama, yakni Try dan Aditya segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Polisi dan TNI Datang Beri Dukungan
Kepolisian bersama unsur TNI dan pihak kecamatan juga mendatangi rumah keluarga. Kedatangan aparat tersebut untuk memberikan dukungan sekaligus mengingatkan keluarga agar terus berkoordinasi dengan petugas di wilayah setempat.

Mewakili Kapolsek Puncu, Wakapolsek Puncu Iptu Agung Dwi Setyo memberikan semangat kepada keluarga. Ia meminta keluarga tetap berpikir positif sembari menunggu perkembangan proses pencarian.

“Terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan berdoa yang terbaik untuk update data,” ucap Agung kepada keluarga.

Penantian Belum Berakhir
Hingga Senin siang, penantian masih berlangsung di Dusun Nanas. Dua rumah yang hanya berjarak sekitar 100 meter itu sama-sama menyimpan kecemasan yang serupa.

Keluarga, pemerintah desa dan warga Manggis kini hanya bisa menunggu kabar dari tim pencarian. Di tengah rasa cemas, doa terus dipanjatkan agar Try Sutrisno dan Aditya Firmansyah segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *