Kediri ,Montera.co.id--Aroma kopi hangat di sebuah warung sudut Jalan Semeru, Kota Kediri, sore itu tak sepenuhnya mampu mengusir gundah di hati sejumlah orang tua. Tahun ajaran baru selalu datang membawa dualisme rasa: bangga melihat sang buah hati naik jenjang sekolah, sekaligus cemas memikirkan biaya perlengkapan yang kerap mencekik kantong.
Keluhan inilah yang sempat ditangkap oleh Supriyo, Dewan Pengawas Saroja. Ia mengaku kerap didatangi warga kelas bawah yang kebingungan memikirkan biaya seragam.
”Masyarakat kita sedang menjerit, bingung membiayai seragam. Lucunya, banyak yang mengadu ke kami. Padahal, yang memegang kendali APBD itu Wali Kota,” seloroh Supriyo penuh keprihatinan beberapa waktu lalu. Saat itu, ia mendesak adanya diskresi atau kebijakan khusus demi meringankan beban warga di “Kota Tahu” yang dikenal memiliki anggaran daerah melimpah ini.
Namun, kecemasan itu kini menemukan titik terang. Sebuah kabar gembira akhirnya berembus dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Anggaran Rp5,6 Miliar Disiapkan untuk Sekolah Negeri dan Swasta
Pemerintah Kota Kediri memastikan bahwa program bantuan seragam gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali digulirkan tahun ini. Langkah ini seolah menjadi jawaban konkret atas kegelisahan para orang tua wali murid.
Tak tanggung-tanggung, total anggaran yang disiapkan untuk memfasilitasi kebutuhan dasar para siswa tersebut mencapai lebih dari Rp 5,6 miliar.
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (14/7/2026), Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri, A. Wartjiantono, mengungkapkan bahwa proses pengadaan seragam gratis ini tengah dimatangkan secara presisi.
”Kalau mengacu tahun kemarin, total anggaran sekitar Rp 5 miliar. Untuk nilai pastinya tahun ini, detailnya masih proses. Tapi secara garis besar, kami membagi alokasi anggaran untuk dua jenjang sekolah,” ujar Wartjiantono tenang.
Berdasarkan data teknis Dinas Pendidikan, rincian pagu anggaran dibagi menjadi dua pos besar:
Jenjang SD: Dialokasikan sebesar Rp 2.042.466.000 (menyasar sekitar 4.000 siswa).
Jenjang SMP: Dialokasikan sebesar Rp 3.639.458.000 (menyasar sekitar 6.000 siswa).
Kabar baiknya, fasilitas ini tidak tebang pilih. Bantuan seragam gratis ini diperuntukkan bagi seluruh warga Kota Kediri, baik yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta.
Hanya Tiga Jenis Seragam, Fokus pada Kualitas Bahan
Berbeda dengan kebijakan beberapa tahun lalu yang kerap menyertakan seragam khas daerah, tahun ini Dinas Pendidikan Kota Kediri memilih fokus pada tiga jenis seragam utama yang paling krusial bagi siswa:
Seragam Nasional (Merah-Putih untuk SD, Biru-Putih untuk SMP)
Seragam Pramuka
Seragam Olahraga
”Tahun ini hanya tiga jenis seragam tersebut yang dibagikan. Untuk seragam khas atau batik tidak ada karena bila ditenderkan membutuhkan waktu lama,” tegas Wartjiantono meluruskan.
Untuk memastikan pakaian tersebut nyaman dipakai bergerak dan tumbuh kembang anak, jatah kain yang diberikan telah disesuaikan dengan ukuran standar:
Siswa SD: Mendapatkan kain atasan sepanjang 1,5 meter dan bawahan (celana/rok) 1 meter.
Siswa SMP: Mendapatkan kain atasan sepanjang 1,5 meter dan bawahan sebesar 2 meter.
Khusus untuk seragam olahraga, pihak dinas memilih bahan katun poliester yang dikenal dingin dan menyerap keringat untuk atasan, serta bahan poliester yang kuat namun lentur untuk bawahan.
Transparan Lewat E-Katalog, Target Tayang Pekan Depan
Demi menghindari praktik lancung dan menjaga transparansi, Pemkot Kediri tidak lagi menggunakan sistem lelang konvensional. Mereka memanfaatkan sistem e-purchasing melalui mini kompetisi di aplikasi e-katalog.
”Saat ini posisinya sudah selesai perencanaan dan kami sudah konsultasi ke bagian pengadaan barang dan jasa (BPG). Kemarin ada sedikit revisi, tapi spesifikasi teknisnya sekarang sudah keluar. Kami cek ulang sekali lagi, kalau sudah oke semua langsung kita tayangkan,” jelasnya.
Wartjiantono menargetkan mini kompetisi di e-katalog ini akan resmi diumumkan paling lambat pekan depan. Siapa pun pengusaha konveksi atau rekanan yang memenuhi kriteria ketat dipersilakan ikut menawarkan produk terbaik mereka.
Jaminan Mutu: Kain Wajib Lolos Uji Lab Yogyakarta
Belajar dari pengalaman masa lalu, Pemkot Kediri sangat berhati-hati agar tidak kecolongan mendapatkan kain yang panas, tipis, atau mudah rusak. Oleh karena itu, mekanisme uji petik laboratorium yang ketat tetap diberlakukan.
Sampel kain dari para rekanan wajib dikirim ke Yogyakarta untuk menjalani pengujian selama satu minggu di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (Balai Kain Nasional) milik Kementerian Perindustrian.
Jika seluruh proses berjalan mulus tanpa hambatan, pemenang pengadaan kain ditargetkan sudah ditentukan pada akhir Agustus 2026.
”Prediksi kami, akhir Agustus kain sudah siap, dan pertengahan September nanti seragam gratis ini sudah mulai dibagikan secara serentak kepada para siswa,” pungkas Wartjiantono dengan nada optimis.
Langkah cepat ini tentu menjadi angin segar yang dinanti. Setidaknya, beban berat di pundak para orang tua di Kota Kediri kini perlahan mulai terangkat, berganti dengan senyum hangat melihat anak-anak mereka siap menyongsong masa depan.(Dan/Ali)







