Cetak Sejarah! Kejurkab Taekwondo Perdana Kabupaten Kediri Resmi Digelar, Jaring Bibit Atlet Masa Depan

Kediri,Montera.co.id– Kabupaten Kediri resmi memulai babak baru dalam pembinaan olahraga bela diri. Untuk pertama kalinya, Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo perdana digelar sebagai momentum krusial dalam menjaring bibit unggul atlet sejak usia dini.

Ajang bergengsi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pare pada Minggu (19/4/2026) ini diikuti oleh 118 atlet dari berbagai klub dan dojo di wilayah Kabupaten Kediri. Kejuaraan ini menjadi tonggak sejarah bagi penguatan struktur pembinaan taekwondo yang lebih terarah di tingkat daerah.

Ratusan Atlet dari Berbagai Dojo Unjuk Gigi

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Sebanyak 118 atlet yang berlaga berasal dari lima basis kekuatan taekwondo di Kediri, yakni:

Joyoboyo Taekwondo Club: 78 atlet

Tamtama Taekwondo Academy: 17 atlet

Gunawan’s Taekwondo Club: 9 atlet

Taekwondo SMAN 1 Pare: 8 atlet

Taekwondo SMP Al Hafidz Pare: 6 atlet

Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur, M. Anwar Zaini, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan fondasi dasar untuk membangun prestasi jangka panjang.

“Kegiatan kecil ini adalah langkah awal untuk pembinaan prestasi di daerah masing-masing sehingga nantinya bisa meningkatkan prestasi di event-event yang akan datang,” ujar Anwar usai membuka acara secara resmi.

Fokus Jalur Prestasi dan Keselamatan Atlet

Dalam arahannya, Anwar menekankan pentingnya bagi para atlet muda untuk terus konsisten mengikuti kompetisi. Menurutnya, jam terbang di arena pertandingan adalah kunci pembuka pintu masa depan melalui jalur prestasi.

“Jangan bosan untuk mengikuti kejuaraan karena ke depannya jalur prestasi sangat penting. Junjung tinggi sportivitas dan bertandinglah dengan semangat membara,” tegasnya.

Meski demikian, Anwar juga mengingatkan agar para atlet tidak mengabaikan faktor keamanan fisik. “Yang paling utama jaga faktor keselamatan pribadi, karena jenjang kalian masih panjang,” imbuhnya.

Seleksi Menuju Porprov Jawa Timur

Ketua Pengkab Taekwondo Kabupaten Kediri, Yulianto Nugroho, menjelaskan bahwa Kejurkab ini mencakup spektrum usia yang luas, mulai dari:

Pra-Kadet: Usia 5–11 tahun

Kadet: Usia 12–14 tahun

Junior: Usia 15–17 tahun

Senior: Usia 18 tahun ke atas

Ada dua nomor utama yang dipertandingkan, yakni Kyorugi (pertarungan) dan Poomsae (jurus). Yulianto menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan proses penyaringan ketat untuk proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Ini tahapan untuk menyaring atlet yang berpotensi, selanjutnya akan kita siapkan ke tingkat berikutnya (Porprov),” ungkap pria yang akrab disapa Anto tersebut.

Dukungan Penuh KONI Kabupaten Kediri

Apresiasi senada datang dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Ia menilai Kejurkab adalah parameter paling akurat untuk mengukur kualitas latihan yang selama ini dijalani para atlet di dojo masing-masing.

“Manfaatkan kompetisi ini untuk mengukur sejauh mana adik-adik berlatih tanpa kenal waktu. Semoga dari sini lahir peraih medali emas di Porprov Jatim hingga tingkat nasional,” pungkas Hakim optimis.

Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, Pengkab Taekwondo Kediri berharap kejuaraan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga regenerasi atlet secara berkelanjutan.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *