Cegah Konflik Perguruan Silat, Kabaharkam Polri Tekankan Optimalisasi Siskamling dan Patroli Sore di Kediri

Kediri,montera.co.id– Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian untuk memperketat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dinamika situasi terkini, terutama guna meredam potensi gesekan antarperguruan silat yang marak terjadi di sejumlah wilayah.

Komjen Pol Karyoto menekankan bahwa seluruh anggota Polri wajib bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Aktifkan Siskamling sebagai Deteksi Dini

Dalam arahannya, jenderal bintang tiga ini meminta para Kapolres untuk menghidupkan kembali dan mengoptimalkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Menurutnya, Siskamling bukan sekadar menjaga pos ronda, melainkan fondasi pencegahan kriminalitas dari level terkecil.

“Langkah ini penting sebagai upaya pencegahan dini. Melalui Siskamling, aparat dan masyarakat bisa saling mengenal serta membangun komunikasi yang lebih erat untuk mendeteksi potensi gangguan sejak awal,” ujar Komjen Pol Karyoto.

Fokus Pengamanan Kepulangan Buruh Pabrik di Kediri

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah karakteristik wilayah Kediri yang didominasi oleh pekerja industri. Karyoto menginstruksikan adanya intensitas patroli sore hari, tepat saat ribuan buruh pabrik rokok pulang beraktivitas.

Mengingat banyaknya pekerja yang menggunakan sepeda dan sepeda motor di tengah keterbatasan akses jalan, kehadiran polisi sangat dibutuhkan untuk:

Mengatur kelancaran arus lalu lintas.

Mencegah tindakan kriminalitas jalanan.

Memberikan rasa aman bagi mobilitas warga.

“Patroli sore harus dimaksimalkan. Kehadiran polisi di lapangan adalah kunci untuk menciptakan rasa aman dan memastikan warga pulang kerja dengan selamat dan tertib,” tambahnya.

Sinergi Lima Pilar: Keamanan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Lebih lanjut, Kabaharkam menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengusung konsep kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, akademisi, hingga media massa.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan sistem deteksi masalah yang lebih cepat dan efektif. Secara khusus, Karyoto menyoroti peran strategis media dalam menjaga stabilitas sosial melalui pemberitaan yang edukatif.

“Media harus menjadi penyejuk dengan menyebarkan informasi positif dan menekan konten provokatif yang memicu keresahan,” pesannya.

Membangun Daerah Tanpa Kegaduhan

Menutup arahannya, Komjen Pol Karyoto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap daerahnya masing-masing. Ia mengingatkan agar semangat membangun daerah selalu didasari pada kebersamaan, bukan tindakan anarkis yang merugikan publik.

“Semua pihak harus berkontribusi dengan cara yang baik. Jangan sampai keberadaan kita justru menimbulkan keresahan atau menyakiti hati masyarakat,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *