Zulhas Ungkap 4 Jurus Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan, Ada Beras Gratis hingga Jagung untuk Peternak

Dari bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga hingga stok jagung gratis, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga harga pangan dan daya beli masyarakat.

Kediri,Montera.co.id — Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi masyarakat dari tekanan harga kebutuhan pokok. Empat keputusan penting tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., saat menghadiri Kuliah Tamu di Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, Kamis (10/9/2026).

Kuliah Tamu bertajuk “UNISKA Kampus Berdampak: Siap Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional” tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung E UNISKA Kediri. Hadir pula Ketua Umum YBCMP UNISKA Kediri, KH. Anwar Iskandar, bersama sivitas akademika.
Beras Gratis untuk 33,2 Juta KPM
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengungkapkan, pemerintah terus memperluas penyaluran bantuan pangan berupa beras gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut menyasar masyarakat pada desil 1 hingga desil 4 dengan jumlah penerima mencapai 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Untuk tahap pertama, bantuan beras alokasi Juli, Agustus, dan September diberikan masing-masing 10 kilogram per bulan. Pemerintah menargetkan penyaluran sebanyak 1 juta ton beras tersebut rampung pada September 2026.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan tambahan bantuan untuk tahap kedua. Sebanyak 1 juta ton beras akan dialokasikan untuk periode Oktober, November, dan Desember.

Dengan skema tersebut, masing-masing KPM nantinya mendapatkan total 30 kilogram beras yang dirapel untuk tiga bulan.

SPHP Ditambah 1 Juta Ton
Langkah kedua berkaitan dengan stabilisasi harga beras di pasaran. Pemerintah kembali menggelontorkan beras SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga.

Zulhas menyebut, setelah alokasi 850 ribu ton pada awal tahun terserap, pemerintah menyiapkan tambahan 1 juta ton beras SPHP untuk periode Oktober hingga Desember.

Beras tersebut akan dilepas ke pasar dengan harga subsidi Rp12.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

150 Ribu Ton Jagung Gratis untuk Peternak
Tak hanya beras, pemerintah juga memberi perhatian terhadap ketersediaan jagung sebagai salah satu bahan penting bagi sektor peternakan.

Kemarau panjang yang berdampak terhadap produksi jagung nasional menjadi salah satu perhatian pemerintah. Untuk itu, Bulog menyiapkan stok jagung sebanyak 150.000 ton.

Stok tersebut akan dibagikan secara gratis kepada UMKM peternak ayam potong maupun peternak ayam petelur.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya pakan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi telur dan daging ayam di tingkat nasional.

Stok 380 Ribu Ton Disiapkan untuk Industri
Kebijakan keempat menyasar kebutuhan bahan baku industri pengolahan makanan. Pemerintah menyiapkan stok sebanyak 380.000 ton untuk dilelang secara khusus.
Bahan baku tersebut akan dilepas dengan harga Rp11.000 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat menjaga biaya produksi industri tepung dan pelaku usaha olahan makanan, termasuk para pengusaha kue.
Dengan harga bahan baku yang lebih terjangkau, pemerintah berharap gejolak harga tidak ikut mendorong kenaikan harga produk makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Zulhas: Segera Eksekusi di Lapangan
Zulhas menegaskan, empat keputusan tersebut bukan sekadar rencana. Seluruh kebijakan telah dilaporkan dan mendapat persetujuan Presiden.

“Empat keputusan strategis ini sudah kami laporkan dan disetujui Presiden. Instruksinya jelas: segera eksekusi dan distribusikan langsung di lapangan,” tegas Zulhas di hadapan sivitas akademika UNISKA Kediri.

Menurutnya, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga, sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli.

Di sisi lain, keterlibatan perguruan tinggi juga dinilai penting. UNISKA Kediri diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi turut mengambil peran nyata dalam mengawal dan mengembangkan program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Kehadiran perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat program pemerintah melalui riset, inovasi, pendampingan masyarakat, hingga pengembangan sektor pangan berbasis potensi daerah.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *