Ribuan Pelajar Padati Pare, Jumbara PMR Kabupaten Kediri 2026 Resmi Dibuka

Kediri,Montera.co.id– Lapangan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare mendadak sesak sejak pagi.Tepat pukul 07.00 WIB, Senin (27/7/2026), sebanyak 2.000 pelajar berseragam PMR berbaris rapi mengikuti upacara pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Kediri 2026. Sorak yel-yel kontingen dari 89 sekolah pecah di tengah lapangan.

Tahun ini, Jumbara diikuti delegasi dari 57 sekolah tingkat PMR Madya (SMP) dan 32 sekolah tingkat PMR Wira (SMA/SMK). Mereka akan berkemah dan berkompetisi selama empat hari hingga 30 Juli 2026.

Jumbara PMR Kabupaten Kediri memang agenda dua tahunan. Namun tahun ini terasa lebih meriah. Setiap sekolah mengirimkan satu regu lengkap dengan dua pendamping. Total ada sekitar 150 pembina yang terlibat menjaga dan membina ribuan remaja tersebut.

Sekda: PMR adalah Siswa Pilihan yang Punya Jiwa Kemanusiaan
Kegiatan akbar ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, yang hadir mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Dalam sambutannya, Solikin menegaskan Jumbara bukan sekadar ajang kumpul dan lomba. Lebih dari itu, Jumbara adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli sesama.

“Jumbara ini dilaksanakan dua tahun sekali dan tahun ini diikuti kurang lebih 2.000 anak-anak dari tingkat SMP maupun SMA. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan hingga 30 Juli berjalan lancar dan sukses,” ujar Solikin.

Menurutnya, di tengah tantangan pergaulan remaja saat ini, PMR menjadi wadah yang sangat positif. Anggota PMR adalah siswa-siswa pilihan yang ditempa disiplin, mandiri, berani, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan.

Solikin pun berpesan agar peserta menjaga kesehatan, kekompakan, dan menjunjung sportivitas.

“Kami mengapresiasi sekolah, para pembina, dan guru yang telah mewadahi minat serta bakat anak-anak melalui organisasi PMR. Organisasi ini mengajarkan kepedulian kepada sesama dan menjadi bekal penting bagi masa depan generasi muda,” tambahnya.

Pihaknya berharap, setelah lulus SMA, anggota PMR bisa melanjutkan pengabdian menjadi Korps Sukarela (KSR) PMI, terjun langsung dalam penanggulangan bencana hingga pelayanan donor darah.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Investasi Relawan Masa Depan
Senada dengan itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Kediri, Triatmono Wahyoe Supriadi menjelaskan filosofi di balik Jumbara. Menurutnya, Jumbara adalah proses pembentukan karakter kemanusiaan sejak dini.

“Harapannya setelah mereka lulus SMA, minimal sudah berusia 17 tahun, mereka bisa menjadi pendonor darah maupun bergabung menjadi relawan PMI. Saat ini mencari relawan cukup sulit, sehingga pembinaan sejak dini menjadi sangat penting,” jelas Triatmono.

12 Cabang Lomba Uji Skill dan Kreativitas
Selama empat hari, peserta tidak hanya berkemah. Panitia menyiapkan sedikitnya 12 cabang perlombaan dan kegiatan persahabatan yang menguji kemampuan teknis, kepemimpinan, kreativitas, hingga kerja sama tim.

Di hari pertama, tiga kompetisi langsung digelar untuk kategori PMR Madya, yakni Lomba Traveling (nomor undian 1-20), Lomba Stand Up Comedy (nomor undian 1-35), dan Lomba Cerdas Cermat (CC) PMR (nomor undian 1-57).

Sebelumnya, peserta telah menjalani proses registrasi, pendirian tenda kontingen, pendaftaran kavling, hingga latihan petugas upacara.

Selanjutnya, mereka juga akan mengikuti lomba pertolongan pertama, dapur umum, bakti sosial, permainan persahabatan, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya di bidang kemanusiaan.

Melalui Jumbara PMR 2026 ini, PMI Kabupaten Kediri menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat, siap menjadi relawan, dan sigap membantu masyarakat saat bencana maupun krisis kebutuhan darah.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *