Bekal Masa Depan: 20 Warga Binaan Lapas Kediri Raih Sertifikat Kompetensi Barbershop

Kediri,Montera.co.id– Suara gunting dan mesin cukur bergema di Aula Jayabaya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, pada Senin (22/06/2026). Bukan sekadar aktivitas rutin, momen ini menandai babak baru bagi 20 warga binaan yang tengah mengikuti Uji Kompetensi Barbershop. Kegiatan ini bukan hanya tentang memotong rambut, melainkan sebuah jembatan harapan menuju kemandirian setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Lapas Kediri dalam mendukung reintegrasi sosial melalui pembinaan keterampilan yang terukur. Dengan memegang sertifikat resmi di tangan, para peserta diharapkan memiliki kepercayaan diri dan modal profesional untuk bersaing di dunia kerja atau bahkan membuka usaha mandiri pasca-bebas.

Lebih dari Sekadar Keterampilan Praktis

Uji kompetensi ini bukanlah kegiatan yang muncul tiba-tiba. Ini adalah kulminasi dari serangkaian pelatihan intensif barbershop yang telah dijalani oleh para warga binaan sebelumnya. Tujuannya jelas: memastikan bahwa keterampilan yang dimiliki tidak hanya sebatas teori atau praktik biasa, tetapi diakui secara formal melalui sertifikasi kompetensi.

Tri Yunita Sari, Ketua LKP Permata Hati, hadir langsung untuk melaporkan jalannya proses pembinaan. Ia didampingi oleh Sulthon Arfiansyah, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, serta Susyani dari LSP Paras yang bertindak sebagai penguji utama. Kehadiran para ahli ini menjamin bahwa standar penilaian yang diberikan sesuai dengan kualifikasi industri kecantikan dan perawatan pria saat ini.

Membangun Mental Wirausaha

Dalam sambutannya, Bambang Setiyawan, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kediri, menekankan pentingnya orientasi masa depan dalam setiap program pembinaan. Baginya, mengisi waktu selama masa pidana harus bermuara pada manfaat jangka panjang.

“Pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” ujar Bambang. “Melalui keterampilan barbershop ini, kami berharap mereka memiliki bekal yang dapat digunakan setelah bebas, baik untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.”

Senada dengan hal tersebut, Sulthon Arfiansyah melihat potensi besar dalam industri barbershop yang terus tumbuh. Menurutnya, sertifikasi ini adalah kunci pembuka peluang.

“Barbershop saat ini memiliki minat dan potensi yang cukup baik. Keterampilan ini dapat menjadi peluang kerja sekaligus peluang usaha. Kami berharap sertifikasi kompetensi ini benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkap Sulthon.

Proses Penilaian yang Ketat dan Komprehensif

Suasana di aula tampak serius namun penuh antusias. Setelah sesi sambutan, para peserta langsung memasuki tahap administrasi dan pengisian data diri. Namun, tantangan sebenarnya dimulai ketika tes wawasan dasar, wawancara, hingga ujian praktik digelar.

Para penguji tidak hanya menilai seberapa rapi potongan rambut yang dihasilkan. Mereka juga menguji pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis alat, teknik sanitasi, keselamatan kerja, hingga interaksi dengan pelanggan. Setiap gerakan gunting dan ketepatan bentuk rambut menjadi penentu kelulusan mereka.

Komitmen Lapas Kediri untuk Reintegrasi Produktif

Kalapas Kediri, Gatot Tri Rahardjo, menutup rangkaian kegiatan dengan pernyataan tegas mengenai arah kebijakan pembinaan di lapasnya. Ia ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tidak gugur kewajiban, melainkan benar-benar transformatif.

“Kami berkomitmen agar setiap program pembinaan tidak hanya berjalan sebagai kegiatan formal, tetapi benar-benar memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas,” tegas Gatot. “Melalui uji kompetensi ini, kami berharap mereka semakin siap kembali ke masyarakat secara mandiri dan produktif.”

Dengan terselenggaranya uji kompetensi ini, Lapas Kelas IIA Kediri kembali membuktikan bahwa pemidanaan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari kesempatan kedua untuk berkarya dan berbakti bagi masyarakat.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *