Jombang,Montera.co.id – Mobilitas warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah Kabupaten Jombang di berbagai sektor—mulai dari investasi, pendidikan, hingga pariwisata—terus mengalami peningkatan. Merespons dinamika tersebut, Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Jombang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis di Hotel Yusro, Jombang, pada Kamis (18/6/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah krusial untuk mempererat sinergi antarinstansi demi memastikan kehadiran warga asing membawa dampak positif, tanpa mengabaikan aspek keamanan daerah.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung khidmat. Dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, rakor ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi yang tergabung dalam keanggotaan TIMPORA Jombang.
Menjaga Kedaulatan dengan Pendekatan yang Humanis
Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kabupaten Jombang, Purwanto, menekankan pentingnya pengawasan yang tidak hanya ketat, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hukum yang berlaku.
“Pelaksanaan TIMPORA harus dijalankan semaksimal mungkin agar Republik Indonesia tetap aman dan kondusif,” ujar Purwanto.
Ia juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan pengawasan terletak pada komunikasi.
“Diperlukan penguatan koordinasi dan komunikasi antarinstansi dalam pertukaran berbagai informasi secara cepat, akurat, dan berkesinambungan. Dengan demikian, setiap langkah pengawasan maupun penanganan permasalahan terkait orang asing dapat dilaksanakan secara profesional, humanis, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Tantangan Nyata di Tengah Meningkatnya Investasi dan Wisata
Menyambung hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kediri, Muhammad Merdhi Berliano, yang hadir mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kediri, memaparkan tantangan nyata di lapangan. Menurutnya, arus keterbukaan wilayah untuk pariwisata dan investasi menuntut kesiapsiagaan yang lebih optimal.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, baik melalui pengawasan rutin maupun dalam penanganan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan orang asing di wilayah Kabupaten Jombang,” tutur Merdhi. Ia mengajak seluruh anggota TIMPORA untuk terus memperkuat komitmen dan aktif saling bertukar data.
5 Fokus Utama Pengawasan WNA di Jombang
Dalam sesi diskusi intensif yang berlangsung hingga siang hari, rakor berhasil merumuskan lima poin fokus utama yang akan segera dieksekusi di lapangan:
Percepatan Informasi: Memotong birokrasi pertukaran data keberadaan dan aktivitas WNA antarinstansi.
Operasi Gabungan: Merencanakan operasi terpadu lintas instansi ke titik-titik krusial.
Ketertiban Umum: Melakukan penindakan tegas namun persuasif terhadap WNA yang kedapatan mengganggu ketertiban masyarakat.
Tertib Administrasi: Memperketat pengawasan administrasi kependudukan bagi warga asing.
Sektor Pariwisata: Memantau pergerakan wisatawan asing agar tetap menaati norma dan aturan lokal.
Semangat “Imigrasi untuk Rakyat”
Rangkaian rapat koordinasi ini ditutup tepat pada pukul 12.00 WIB dengan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Lantunan lagu ini sekaligus menjadi simbol komitmen kolektif seluruh instansi dalam menjaga stabilitas, kedaulatan, dan kenyamanan di Jombang.
Secara terpisah, pihak Kantor Imigrasi Kediri menegaskan kembali visi mereka. Sinergi TIMPORA ini sejatinya berjalan beriringan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”. Artinya, seluruh kebijakan dan pengawasan keimigrasian yang dilakukan di Jombang diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menyokong pembangunan daerah yang aman, tertib, dan berkelanjutan.(Dan/Ali)







