Pertama dalam Sejarah, Sirkuit Lereng Gunung Kelud Sukses Gelar Kejurnas Drag Bike 2026

Kediri,Montera.co.id--– Deru mesin motor saling bersahutan memecah keheningan kawasan wisata Lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, pada Minggu (7/6/2026).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sirkuit milik Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut resmi menjadi saksi bisu adu cepat para pebalap motor dalam ajang bergengsi: Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike Region 2 Putaran 1 Jawa Timur.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia otomotif lokal. Fasilitas yang selama ini dinanti-nantikan akhirnya bisa digunakan secara optimal sebagai wadah resmi olahraga prestasi, sekaligus menjadi jawaban konkret untuk meredam maraknya aksi balap liar di jalan raya.

Magnet Bagi Ratusan Pebalap, Peserta Terjauh dari Bali

Antusiasme tinggi langsung menyelimuti gelaran perdana ini. Tercatat sekitar 300 pebalap dari berbagai daerah memadati arena. Mereka tidak hanya datang dari kota dan kabupaten di Jawa Timur, melainkan juga dari luar provinsi.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kediri, Tri Priyo Nugroho, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini setelah penantian yang cukup panjang.

“Sudah sekian lama kami menunggu sarana drag bike ini bisa digunakan. Alhamdulillah hari ini bisa terselenggara. Mudah-mudahan dengan adanya kejuaraan ini dapat mewadahi anak-anak muda, khususnya dari Kediri dan Jawa Timur, bahkan dari luar daerah untuk menyalurkan hobinya secara positif,” ujar Tri.

Tingginya animo peserta—bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Bali—membuktikan bahwa olahraga motor lurus ini masih memiliki daya pikat luar biasa di kalangan generasi muda.

Catatan Evaluasi: Rencana Pengaspalan Lintasan Demi Keamanan

Meski secara umum perlombaan berjalan dengan lancar dan aman, pihak IMI Kabupaten Kediri tetap memberikan perhatian khusus pada aspek kenyamanan para pebalap. Saat ini, lintasan sirkuit masih menggunakan permukaan beton.

Secara regulasi resmi kejuaraan, jalur beton memang masih diperbolehkan. Namun, Tri mengakui bahwa lintasan aspal adalah standar ideal untuk menjamin keselamatan maksimal.

“Kalau idealnya memang lintasan drag bike menggunakan aspal. Namun sesuai regulasi kejuaraan masih diperbolehkan menggunakan beton. Ke depan kami akan koordinasikan dengan instansi terkait agar lintasan ini bisa segera diaspal,” jelasnya secara terbuka.

Mengubah Balap Liar Menjadi Prestasi Emas

Komitmen IMI Kabupaten Kediri dalam membina talenta muda sebenarnya sudah mulai membuahkan hasil nyata. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur sebelumnya, cabang balap motor sukses membawa pulang total sembilan medali, termasuk medali emas.

Keberadaan sirkuit di kawasan Kelud ini diharapkan bisa mempercepat regenerasi atlet-atlet berprestasi baru. Tri berpesan kuat agar para pemuda tidak lagi nekat melakukan aksi balap liar yang membahayakan nyawa di jalanan umum.

“Jangan sampai masih ada balap liar di luar lintasan karena sekarang sudah ada wadah atau tempat yang lebih aman dan resmi,” tegas Tri.

Kolaborasi Olahraga dan Sport Tourism di Gunung Kelud

Senada dengan IMI, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menyambut positif langkah strategis ini. Ia melihat sirkuit ini sebagai optimalisasi aset daerah yang cerdas karena berada di kawasan wisata yang dikelola oleh PD Margo Mulyo.

Kejuaraan ini dinilai memiliki efek domino yang positif, yakni sebagai tempat lahirnya atlet potensial sekaligus penggerak ekonomi lokal lewat konsep sport tourism.

“Ini merupakan sesuatu hal yang baru karena memanfaatkan aset pemerintah daerah yang berada dalam kawasan wisata Gunung Kelud. Harapan kami ke depan kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan,” tutur Hakim.

Menatap Porprov 2027 dan Masa Depan Drag Bike

Meskipun saat ini nomor drag bike belum resmi diperdebatkan atau dimasukkan ke dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Jawa Timur, KONI Kabupaten Kediri menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berjanji akan terus melobi IMI Jawa Timur dan IMI Pusat agar ruang kompetisi bagi atlet drag bike semakin terbuka lebar.

“Untuk Porprov 2027 nanti, kami juga akan melakukan pemantauan dan pembinaan jangka panjang terhadap atlet-atlet potensial agar Kabupaten Kediri semakin siap dan matang dalam meraih prestasi,” pungkas Hakim optimis.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *