Kecewa Pelayanan Publik Kosong, LSM Saroja Ancam Demo Besar-Besaran Kejari Kota Kediri

Kediri,Montera.co.id— Suasana di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri mendadak riuh dan sempat tegang pada Rabu (06/05/2026).

Dewan Pengawas LSM Saroja, Supriyo, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan publik di lembaga korps adhyaksa tersebut yang dinilai vakum dan tidak profesional.

Kekecewaan ini memuncak saat rombongan LSM Saroja hendak menyerahkan laporan dugaan tindak pidana korupsi, namun tidak mendapati satupun pejabat yang berwenang di ruang pelayanan.

Momentum HUT ke-8 Saroja: Kembali ke Jalanan

Kedatangan Supriyo dan timnya sebenarnya membawa misi khusus. Selain melaporkan dugaan korupsi di salah satu instansi Pemerintah Kota Kediri, hari ini bertepatan dengan ulang tahun ke-8 LSM Saroja sekaligus genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Kediri saat ini.

“Hari ini momentum ulang tahun Saroja ke-8. Kami ingin membuat gebrakan kembali seperti awal berdiri. Kami akan masif melakukan laporan dugaan korupsi di Kota Kediri. Kami tidak peduli, kami sudah janji, jika tidak ada perubahan baik, kami akan lapor rutin sebulan atau seminggu sekali,” tegas Supriyo di hadapan awak media.

Dugaan “Perselingkuhan” Antara Pemkot dan Kejari

Supriyo menyoroti mandeknya penanganan kasus korupsi di Kota Kediri selama dua tahun terakhir. Ia bahkan melontarkan kritik pedas terkait adanya dugaan kedekatan yang tidak sehat antara Pemerintah Kota Kediri dengan pihak Kejaksaan.

“Kami menduga ada perselingkuhan (hubungan gelap) antara Pemkot Kediri dengan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, sehingga hampir dua tahun ini nihil pembongkaran kasus korupsi. Ini sangat kami sayangkan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Padahal, menurutnya, LSM Saroja memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Kejaksaan dalam membongkar berbagai kasus besar di masa lalu. Bahkan, Saroja pernah memberikan penghargaan kepada Kejari Kota Kediri sebagai lembaga terbaik selama dua tahun berturut-turut.

Ruang Publik Kosong, Pelayanan Dipertanyakan

Kemarahan Supriyo memuncak saat ia harus menunggu lebih dari setengah jam tanpa kepastian. Ia menyayangkan gedung pelayanan publik semegah itu justru terlihat tak berpenghuni saat masyarakat ingin melakukan koordinasi hukum.

“Masa ruang publik, pelayanan publik sebesar ini, tidak ada satupun orang (pejabat). Kami ingin bertemu bukan sekadar untuk ‘ngacara’, tapi sebagai fungsi kontrol sosial masyarakat. Kami ingin sejarah baik di Kejaksaan ini tetap terjaga,” tambahnya.

Ancam Aksi Demonstrasi dan Laporan Beruntun

Sebagai bentuk protes atas buruknya layanan hari ini, LSM Saroja memastikan akan segera mengirimkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi ke Polres Kediri Kota.

“Besok kami akan datang dengan massa. Kita akan demo Kejaksaan untuk mempertanyakan pelayanan mereka hari ini. Saroja sudah cukup diam selama dua tahun ini. Sekarang personil kami sudah lengkap, ada lawyer, media, dan tim lapangan. Kami akan kembali ke jalanan untuk membongkar korupsi yang mulai hidup kembali,” tutup Supriyo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Kota Kediri belum memberikan keterangan resmi terkait kekosongan pejabat di ruang pelayanan publik saat rombongan LSM Saroja datang.

Nur Ngali Kasipidsus Kejari Kota Kediri saat berusaha dikonfirmasi melalui telpun dan Pesan WhatsApp belum memberikan respon atas kekosongan yang dikeluhkan pengiat masyarakat SaRoJa -Sahabat Boro Jarakan.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *