Persiapan Tradisi Peladu Berujung Petaka, Satu Warga Kediri Hilang Terseret Arus Sungai Brantas

Kediri,Montera.co.id – Suasana tenang di tepian Sungai Brantas, Kota Kediri, mendadak berubah menjadi kepanikan. Niat hati mempersiapkan area untuk mencari ikan saat tradisi peladu (penggelontoran air bendungan), seorang warga justru dilaporkan hanyut tertelan derasnya arus sungai pada Selasa kemarin.

 

Hingga saat ini, Tim Gabungan dari BPBD Kota Kediri bersama Basarnas masih terus melakukan upaya pencarian intensif di sepanjang aliran sungai sepanjang jalur Brantas.

Kronologi Kejadian: Lelah Saat Membersihkan Sungai

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika dua orang warga tengah beraktivitas di pinggiran Sungai Brantas. Berdasarkan keterangan saksi, keduanya sedang membersihkan sampah dan ranting di tepian sungai sebagai persiapan untuk mencari ikan saat momentum peladu tiba.

“Kemarin kami menerima laporan pukul 10.30 WIB adanya korban hanyut. Kami langsung terjun ke lokasi dan melakukan penyisiran awal,” ujar Joko Arianto saat memberikan keterangan di lapangan.

Nahas, salah satu dari mereka diduga mengalami kelelahan saat beraktivitas di air. Berbeda dengan rekannya yang sigap menggunakan alat bantu, korban tidak mampu menyelamatkan diri saat arus mulai menyeretnya.

“Satu korban selamat karena menggunakan bambu sebagai pelampung tradisional. Namun, rekannya tidak sempat tertolong dan langsung hanyut ke aliran utama Sungai Brantas,” tambah Joko.

Strategi Pencarian: Terjunkan 3 Tim ke Bendung Gerak Waru Turi

Memasuki hari kedua pencarian, BPBD Kota Kediri telah berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kabupaten Kediri untuk memperluas radius penyisiran. Hasil evaluasi semalam memutuskan pembagian personel menjadi tiga tim utama guna mempercepat penemuan korban.

Berikut adalah rincian rencana operasi SAR hari ini:

Dua Tim Air: Menggunakan dua perahu karet untuk menyisir sungai dari titik awal hingga mencapai Bendung Gerak Waru Turi.

Satu Tim Darat: Melakukan pemantauan visual melalui jalur darat menggunakan kendaraan taktis (AT) di sepanjang bantaran sungai.

“Kami akan turun dari Dermaga Selomangleng (Dermagadilas). Dari titik turun ke TKP awal berjarak 600 meter, kemudian penyisiran dilanjutkan hingga ke Bendung Gerak Waru Turi sejauh 2,7 kilometer. Total radius pencarian mencapai sekitar 3,5 kilometer yang akan kami sisir bolak-balik,” jelas Joko secara rinci.

Tradisi Peladu dan Imbauan Keselamatan

Tradisi peladu memang selalu dinantikan warga Kediri untuk memanen ikan saat pintu air bendungan dibuka. Namun, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan kekuatan arus Sungai Brantas, terutama bagi mereka yang tidak memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berjibaku di lapangan. Kondisi cuaca dan kecepatan arus sungai menjadi faktor penentu dalam proses evakuasi korban. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sepanjang aliran sungai menuju arah utara.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *