Kediri,Montera.co.id-– Di tengah pesatnya percepatan teknologi, penanaman nilai moral dan karakter menjadi benteng utama bagi dunia pendidikan saat ini. Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam Sarasehan Pendidikan bersama Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, ST.MM, di Balai Kecamatan Mojoroto, Sabtu (2/5/2026).
Teknologi Cepat, Nilai Harus Lebih Melesat
Pentingnya penguatan nilai ini ditegaskan oleh Dr. Ahmad Khairul Mustamir, selaku Ketua Prodi Pascasarjana Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri. Menurutnya, fenomena sosial yang menyasar pelajar belakangan ini merupakan alarm bahwa kemajuan digital harus diimbangi dengan kehadiran norma yang kuat.
“Percepatan teknologi itu harus diimbangi dengan percepatan penanaman nilai. Sarasehan ini penting untuk meningkatkan kembali semangat bagaimana nilai-nilai luhur dikembangkan dalam sistem pendidikan kita agar tidak tergerus zaman,” jelas Dr. Ahmad.
Membaca ‘Sinyal’ Masalah Mental Siswa
Anggota Dewan dari Fraksi Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, menyoroti peran vital guru sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan anak di sekolah. Ia menekankan bahwa kepekaan guru dalam membaca perubahan perilaku siswa adalah kunci utama mencegah tragedi seperti kasus perundungan hingga masalah mental siswa.
“Pendidikan adalah kewajiban kolektif. Pemerintah dan masyarakat desantara harus terlibat aktif dan kolaboratif. Kita ingin pendidikan berjalan bagus agar fenomena-fenomena sosial yang menyedihkan bisa kita tekan bersama,” ujar Imam Wihdan di hadapan 120 peserta guru.
Sinergi dan Kesejahteraan Tenaga Pendidik
Selain aspek karakter, isu kesejahteraan guru juga menjadi poin krusial. Aris Sulistiono, guru SMP Negeri 9 Kota Kediri, menyuarakan aspirasinya mengenai pentingnya support system yang nyata dari pemerintah daerah bagi para pendidik.
“Harapan kami, teman-teman guru lebih disejahterakan lagi. Membangun karakter anak tidak bisa maksimal jika tidak ada dukungan sistem yang kuat, termasuk sinergitas yang baik antara guru dan dinas terkait,” tutur Aris.
Momentum Hari Pendidikan Nasional
Sarasehan yang dihadiri guru negeri dan swasta se-Kota Kediri ini menjadi refleksi penting di Hari Pendidikan Nasional 2026. Melalui diskusi ini, diharapkan lahir kebijakan daerah yang lebih konkret, baik dalam penguatan kompetensi guru maupun perlindungan terhadap ekosistem belajar siswa di Kota Kediri.(Dan/Ali)







